Pemuda Ashabul Kahfi, yang Diam namun Tetap Bergerak

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 28 Oktober 2020 - 12:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kunci sukses ashabul kahfi tidur selama 309 tahun adalah, mereka selalu bergerak meski dalam diam. (Foto: virenial.com)

Kunci sukses ashabul kahfi tidur selama 309 tahun adalah, mereka selalu bergerak meski dalam diam. (Foto: virenial.com)

Berpadu untuk meraih kesuksesan. Karena bergerak tanpa dipikir hanya mubazir. Seperti orang gila, bergerak ke mana-mana tetapi tidak menghasilkan apa-apa.

Belakangan ramai di medsos. Konon PKI terus mematangkan strategi. Mereka bergerak dalam sunyi. Menelusup di semua lini kehidupan.

Yang di legislatif merekayasa undang-undang agar memungkinkan hidup kembali. Yang di eksekutif memberi peluang kawannya meraih kesempatan. Jabatan dan ekonomi. Yang di budaya berkreasi nyanyian dan puisi.

Gerak itu universal. Siapapun yang melakukan akan meraih apa yang diinginkan. Tidak peduli agama dan ideologinya.

Juga tidak pandang bulu keshalihan dan kenaifannya. Gerak untuk maksiat akan mendapat balasannya. Gerak untuk amal shalih juga memperoleh pahalanya.

“Dan katakanlah, bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasulnya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu” (At Taubah: 105)

Bergerak itu berarti beramal. Untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri dan keluarga. Untuk tetangga dan masyarakat juga untuk kepentingan umat dan manusia. Karena tanpa gerakan, manusia sebenarnya telah mati sebelum jantungnya berhenti.

Ashabul kahfi juga begitu. Gerakan tauhidnya dibatasi penguasa. Maka mereka lari ke luar negeri dan bersembunyi di dalam gua. Berkah gerakan yang tidak mengenal lelah itu mereka diabadikan Allah.

Dikenang manusia sampai kapanpun. Sebagai pelajaran keberanian dalam berjuang. Keuletan mempertahankan hidup dan kekompakan di tengah kesempitan.

Covid-19 membatasi manusia untuk bergerak. Tetapi manusia punya akal sehingga dapat mensiasati dan merekayasa keadaan. Agar tetap dapat bergerak dan tetap produktif. Meskipun dalam keterbatasan.

Oleh : Dr. Muh. Nursalim, Eseis dan peneliti sosial keagamaan.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru

Pers Rilis

Lianlian DigiTech Catat Kinerja Solid pada Semester I-2026

Jumat, 21 Agu 2026 - 06:32 WIB