Menanggapi usulan itu presiden mengatakan membutuhkan pertimbangan dari berbagai pihak dalam memerintah.
Peristiwa itu berakhir dengan ikrar untuk mengakhiri konflik di tubuh militer dan dipecatnya AH Nasution karena Soekarno mengganggap peristiwa itu sebagai makar.
OBSESI TENTARA
Gerakan 17 Oktober 1952, oleh Gatot Subroto yang berlinangan air mata di hadapan pusara Jenderal Sudirman berharap peristiwa itu sebagai yang pertama dan terakhir kali.
Kendati demikian dalam perjalanan sejarah militer melakukan makar merupakan obsesi yang sulit dihilangkan. Makar di sini dimaksudkan sebagai upaya menggusur kekuasaan resmi.
Peristiwa 17 Oktober 1952 itu pula yang menginspirasi lahirnya Supersemar. Saat krisis tahun 1965 dan Soekarno yang sudah menyingkir ke Istana Bogor, dikejar oleh tiga perwira tinggi militer (Basuki Rahmat, Jusuf, dan Amir Mahmud).
Berbeda dengan Peristiwa 17 Oktober 1952 yang mengerahkan tank, menurut berbagai literatur, ketiga perwira tinggi itu menodongkan stengun untuk memperoleh Supersemar.
Bahkan sebelum tahun 1966 ada empat kudeta kecil menurut Teori Kudeta. Dan setelah tahun 1966 ada tiga kudeta lagi berdasarkan teori tersebut. Yang pertama ,para ahli pengamat kudeta, mengkategorikan Malari sebagai kudeta yang gagal yang didalangi Soemitro.
KUDETA TETAP MENJADI INSPIRASI
Baca Juga:
Laporan Omdia Semester I-2026: Hisense Pimpin Pasar Global TV 100 Inci ke Atas
ICP DAS-BMP Pamerkan Inovasi TPU Medis di Ajang Medical Manufacturing Asia 2026
Edward Luttwak (Kudeta: Teori dan Praktek Penggulingan Kekuasaan, 1999) membedakan antara putsch (biasanya terjadi pada saat perang atau pascaperang), pronounciamiento (kudeta militer ala Spanyol/Amerika Latin) dengan coup d’Etat (kudeta).
Yang pertama dilakukan satu faksi angkatan darat, yang kedua oleh seluruh tentara, sedangkan yang terakhir selain militer bisa pula melibatkan orang sipil.
Menurut Asvi Warman Adam, teori itu bisa ditujukan terhadap tindakan Prabowo pada Mei 1998. Beberapa karikatur menyentil kegiatan Prabowo mendatangi istana dan pengerahan pasukan saat itu menjurus kepada kudeta. Benarkah demikian, apalagi ketika menghadap Habibie , pistolnya sempat diambil oleh pengawal presiden.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya






