Banyak warga yang ingin berpartisipasi dalam pemerintah, tapi tidak ada peluang dan jalan masuk.
Mereka yang sudah memberi dukungan sejak awal yang ingin berpartisipasi disingkirkan dengan semena-mena. Sedang pemerintah terus merekrut orang yang belum membuktikan dukungan dan malahan kebanyakan justru dari pihak lawan.
Kita tidak bisa salahkan jika ada relawan yang mulai berpikir bahwa munculnya berbagai gerakan kritis terhadap pemerintah saat ini merupakan hukum karma politik, karena para pendukung telah dilupakan.
Saya ingin mengutip apa yang dikatakan KH Marzuki Mustamar kepada anggota DPR terpilih yang menggunakan kendaraan NU/PKB:
“Setelah jadi (Anggota DPR) hanya mementingkan dirinya sendiri dan tidak lagi menyerap dan membantu NU. Jangan sampai gitu ya, kualat nanti”. Semoga hal ini tidak terjadi.
Oleh : S. Indro Tjahyono, Pengamat sosial.





