Ahok tidak boleh diberi nafas bergerak bebas untuk “petantang petenteng”. Merasa sukses dengan dipidana salam dua tahun, dengan memfasilitasi “menginap” di Rutan Mako Brimob.
Tidak ada sejarah seorangpun seperti Ahok ini. Ahok telah menjadi pejabat yang istimewa untuk Presiden Jokowi. Dunia melihat betapa lucu dan amburadul keadaan hukum di Indonesia.
Ahok adalah wajah Jokowi di arena kehidupan politik. Tak mungkin menjadi Komisaris Utama Pertamina tanpa “menangis” sang Presiden.
Sulit difahami lolosnya Ahok berkali-kali dari banyak kasus yang membelitnya. Kekuasaan negeri ini masih menjadi panglima untuk menyelematkan Ahok.
Saatnya untuk mengubah dan “bersih bersih” dengan membuktikan adanya itikad baik untuk membenahi negara dengan serius. Pertamina bukan perusahaan ecek ecek. Kini diterpa masalah yang tidak bisa dilepaskan dari peran Komisaris Utama.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya






