Prabowo Cerdik

- Pewarta

Senin, 15 Juli 2019 - 15:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opiniindonesia.com – Prabowo cerdik. Dia sudah kembali memulai langkah menyerang Jokowi. Dengan kerelaan Prabowo bertemu Jokowi tadi siang, itu menandakan Prabowo mulai bangkit dan menyerang, setelah beberapa hari yang lalu terkapar karena dua pukulan telak, yakni pengumuman KPU dan hasil gugatan MK.

Prabowo sudah tidak mungkin menang melawan Jokowi melalui jalur konstitusi, karena semua pintu sudah tertutup. Dan bertahan pada posisi oposisi keras juga cenderung merugikan, karena Prabowo posisinya adalah lawan politik Jokowi pada Pilpres 2019, sebagai tokoh bangsa dan juga sebagai pemimpin partai politik.

Kalau Prabowo terus bersikeras tidak mau bertemu Jokowi, maka jika kedepan ada terjadi gerakan perlawanan rakyat kepada pemerintah, baik dalam bentuk demonstrasi besar dijalanan, maupun ketidakpercayaan dan protes keras dari rakyat kepada pemerintah melalui sosial media dan mimbar-mimbar lainnya, maka secara otomatis Prabowo yang akan tertuduh sebagai penyokong protes rakyat dibelakang layar. Kekuatan rakyat akan mudah terpecah jika situasinya demikian. Sebab gerakan protes rakyat akan dikesankan ditunggangi oleh kepentingan politik Prabowo.

Namun sekarang, Prabowo sudah berlepas diri dari semua kemungkinan yang akan terjadi di masa depan. Prabowo sudah bertemu Jokowi, sudah memberikan legitimasi kepada Jokowi. Artinya Prabowo tidak bisa lagi disangkut pautkan jika ada gelombang protes dari rakyat kepada pemerintahan Jokowi di masa depan.

Prabowo kini membiarkan Jokowi berhadapan langsung dengan rakyat. Isi hati rakyat yang tak bisa ditebak ini, lambat laun dipastikan akan sangat menganggu tidur Jokowi. Sewaktu-waktu, jika ternyata protes rakyat terhadap berbagai kebijakan pemerintahan Jokowi semakin menguat, maka dipastikan akan menjelma menjadi gelombang perlawanan yang dahsyat. Ketidakpercayaan terhadap pemerintah akan menguat dimana-mana, protes rakyat melalui jalanan, sosial media, maupun ruang-ruang lainnya akan menguat. Kemudian rakyat pun akan mengadili pemerintah dengan jalannya sendiri. Dan ketika itu, Jokowi sudah tidak bisa lagi memecah gelombang kemarahan rakyat mengunakan nama Prabowo. Sebab hari ini Prabowo sudah bertemu Jokowi, Prabowo sudah keluar dari ring.

Kini tinggalah Jokowi dan Rakyat yang berada diatas ring. Apakah kedepan antara rakyat dan Jokowi ini akan bertinju atau berpelukan, sudah bukan lagi urusan Prabowo. Namun yang pasti, jika terjadi pertarungan antara Rakyat dan pemerintahan Jokowi, sudah pasti rakyat yang akan menang. Dan pemerintahan yang dilawan oleh rakyat, akan dicatat oleh sejarah dan tintanya tak akan pernah bisa dihapus sampai kapanpun! (*)

[Oleh: Setiyono. Penulis adalah Penentang segala ketidakadilan]

Opini ini sudah dipublikasikan oleh Kontenislam.com.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB