Satu Tahun Jokowi-Ma’ruf, Menuju Konsep Kekuasaan Hegemoni

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 28 Oktober 2020 - 08:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. (Foto: Instagram @kyai_marufamin)

Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. (Foto: Instagram @kyai_marufamin)

Opiniindonesia.com – Tanggal 20 Oktober 2020 tepat satu tahun pemerintahan Jokowi-Maaruf. Bagi Jokowi ini merupakan periode kedua dari pemerintahannya. Tulisan ini hanya menyoroti perubahan relasi sosial sejak 2014.

Yang dimaksud relasi sosial adalah bagaimana ia menempatkan diri di tengah hubungan sosial dengan berbagai pihak. Pihak-pihak tersebut adalah massa pendukung, partai politik pendukung, kelompok usaha (oligarki), kelompok polisi, kelompok militer, massa lawan politik, partai politik yang beroposisi.

Pola sosiometri terhadap berbagai pihak tersebut, menggambarkan di manakah Jokowi-Maaruf menempatkan diri.

KONTRA SEMAKIN MEMBESAR

Relasi sosial adalah hasil dari rangkaian interaksi dan tingkah laku individu yang sistematis antara dua orang atau lebih, relasi sosial merupakan syarat untuk terjadinya aktivitas sosial yang dilakukan melalui proses interaksi.

Jika relasi sosial memburuk, maka akan terjadi situasi sosial yang tidak kondusif sehingga aktivitas sulit dilaksanakan.

Selama 1 tahun pemerintahan Jokowi-Maaruf telah terjadi perubahan relasi sosial yang menyebabkan kesepakatan dan dukungan dari lingkungan sosial melemah.

Dari tahun 2014 hingga awal 2020, klaster Pro Jokowi masih lebih besar dari Kontra. Namun setiap tahun, ukuran Kontra semakin besar, hingga akhirnya menyamai Pro Jokowi.

Hal itu dikatakan Pendiri Media Kernels Indonesia, Ismail Fahmi yang mengeluarkan analisa Big Data dari Drone Emprit, pasca demo besar-besaran penolakan Undang-undang Cipta Kerja 6-8 Oktober lalu.

Padahal pada bulan April 2020 Presiden Joko Widodo masuk dalam 10 besar pemimpin dunia yang mempunyai pengikut terbanyak dan terpopuler di facebook dengan jumlah pengikut sebanyak 9,7 juta dan persentase pertumbuhan pengikut sebesar 9,1 persen.

Jokowi berada pada urutan ke-7 setelah Presiden Brazil Jair Bolsonara pada urutan ke-6 dengan jumlah pengikut sebanyak 10 juta follower dengan persentase perkembangan pengikut sebesar 7,7 persen.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru