Sinergi Habib Rizieq dan Gatot Nurmantyo Bisa Jadi Oposisi Reborn

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 23 November 2020 - 08:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab./Instagram.com/@arsyadferdinand/

Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab./Instagram.com/@arsyadferdinand/

Tetapi hal ini juga perlu pembuktian lebih lanjut, karena proporsi terbesar pemilih di Indonesia itu berada di “tengah”. Yang “terlalu kiri” atau yang terlalu “kanan” tidak potensial jumlahnya.

Sebagai contoh total perolehan suara Gerindra pada pilpres 2019 (17,5 juta suara) saat ada dukungan HRS kepada Prabowo Subianto hanya naik 2,8 juta suara dari 14,7 juta suara pada tahun 2014.

Suara Gerindra justru naik signifikan 10,1 juta suara sebelum ada dukungan dari HRS, yaitu dari 4,6 juta suara (tahun 2009) menjadi 14,7 juta suara (2014).

Pasca kepulangan HRS, ada masyarakat yang berharap terjadi sinergi antara figur HRS dengan perjuangan Gatot Nurmanto (GN) lewat Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), maka akan terwujud apa yang bisa disebut sebagai “oposisi reborn”.

GN dan HRS merupakan paduan dua tokoh kekuatan politik Militer dan Islam, serta menjadi simbol duet gerakan moral dan oposisi yang konstruktif dengan jumlah pengikut yang real.

Di negara demokrasi dimanapun juga selalu ada oposisi. Di negara demokrasi, kebijakan pemerintah yang menguntungkan rakyat akan selalu di dukung.

Begitu juga sebaliknya, tokoh oposisi akan menjadi fenomenal jika ada yang kurang pas dari apa yang sudah dilakukan pemerintah, apalagi yang cuma diendorse oleh buzer-buzer di medsos tapi tanpa pengikut yang real di dunia nyata.

Berita Terkait

Ketika Layar TV Membesar, Apa yang Sebenarnya Kita Butuhkan?
Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:34 WIB

Ketika Layar TV Membesar, Apa yang Sebenarnya Kita Butuhkan?

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Berita Terbaru