Sinergi Habib Rizieq dan Gatot Nurmantyo Bisa Jadi Oposisi Reborn

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 23 November 2020 - 08:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab./Instagram.com/@arsyadferdinand/

Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab./Instagram.com/@arsyadferdinand/

OPINI INDONESIA – Kepulangan Habib RizieQ Shihab (HRS) mendapat cukup antusiasme dari komunitas Islam. Gerakan umat kembali terdengar dan menemukan wadahnya pasca kembalinya HRS ke tanah air.

HRS dipandang bisa menjadi tokoh gerakan moral dan oposisi yang konstruktif bagi mereka yang berseberangan dengan pemerintah.

Ini sebenarnya ironi dan paradok dalam politik Islam di Indonesia. Karena faktanya tanpa HRS, umat muslim di Indonesia sebenarnya sudah punya ‘wadah’ besar, yaitu NU dan Muhammadiyah. Namun sosok HRS saat ini tampak lebih menonjol.

Ormas dan tokoh lainnya baik dari NU, maupun Muhammadiyah seolah redup dan tenggelam. Padahal salah satu tokoh NU saat ini, yaitu KH Ma’ruf Amin menjabat sebagai Wapres RI.

Jika nanti terjadi pertemuan antara HRS dan Ma’ruf Amin ini salah satu yang paling ditunggu oleh publik. Apakah efek pertemuan dua tokoh ulama ini bakal bisa sebanding dengan pertemuan Jokowi-Prabowo pasca Pilpres 2019 di MRT?

Sekarang ini, seperti ada asumsi bahwa aspirasi umat muslim seperti tidak difasilitasi oleh NU, Muhammadiyah, atau parpol berbasis massa Islam, bahkan DPR.

Pemerintah Jokowi dapat menguasai mayoritas parpol di DPR, tetapi kepulangan HRS bisa menjadi embrio dari konsolidasi kekuatan oposisi non-parlemen di saat mekanisme “check and balances” terhadap kebijakan pemerintah terasa mandul.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru