“TELEGRAM” Prabowo Kepada Penguasa Zalim

- Pewarta

Rabu, 15 Mei 2019 - 11:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opiniindonesia.com – Kepada: Para Penguasa Zalim
Dari: Prabowo Subianto
Perihal: Siap Mati Demi Kebenaran

===Telegram buka titik dua===
Saya telah mewakafkan sisa usia dan nyawa saya demi mempertahankan kedaulatan rakyat. Saya tidak akan membiarkan kemenangan rakyat dirampok.

TTD
PRABOWO SUBIANTO
===Telegram tutup titik===

BEGITU lebih-kurang pesan singkat Pak Prabowo (PS) sekiranya dibuatkan dalam bentuk telegram. Pesan ini beliau sampaikan dalam pidato singkat di acara pemaparan kecurangan pilpres oleh tim BPN 02 di Hotel Sahid, Jakarta, tadi malam (14/5/2019).

Prabowo bersumpah akan mempertahankan mandat kedaulatan rakyat yang diterimanya lewat pilpres 2019. Wasiat disiapkan. Nyawa menjadi taruhan. Rakyat ikut di depan. Mundur bukan pilihan. Inilah yang mengkristal di acara yang sangat historis itu.

Mengapa historis? Karena inilah pertama kali sengketa pemilu tingkat tinggi yang tampaknya akan diselesaikan di lapangan.

Dalam pidatonya, Prabowo mengklaim kemenangan di pilpres 2019. Dengan begitu, dia adalah “president elect”. Dia “presiden terpilih”. Dengan tegas beliau menunjukkan “vote of no confidence” (mosi tak percaya) terhadap hasil pilpres versi KPU.

Tapi, apa yang akan terjadi kalau pada 22 Mei 2019 nanti KPU, kuat dugaan, akan mengumumkan presiden terpilih versi lain?

Pertayaan ini sudah terjawab di “telegram” singkat di atas. Yang jelas, tidak mungkin ada dua presiden terpilih. Kursi presiden hanya ada satu. Istana juga cuma satu.

Nah, bagaimana cara menyelesaikannya?

Prabowo dan kubunya yakin beliaulah pemenang pilpres. Karena itu, Pak PS hanya perlu membuktikan dukungan riil di lapangan. Mengapa di lapangan? Karena, pembuktian lewat bilik suara telah dilaksanakan dan sangat meyakinkan keterpilihan Prabowo.

Tetapi, harus diakui, bahwa keterpilihan Pak Prabowo itu hanya bisa diyakini oleh orang-orang yang menggunakan akal sehat. Tak mungkin para perampok dan akal jahat setuju Prabowo menang.

Oleh : Asyari Usman. Penulis adalah Wartawan Senior Indonesia.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru