Untuk Apa Merdeka Jika Tidak Berdaulat

- Pewarta

Senin, 19 Agustus 2019 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opiniindonesia.com – Pernarkah dirimu bertanya :

“mengapa negara ini dari masa ke masa belum mampu mewujudkan kedaulatan?”

Siapa pun pemimpinnya. Apa pun aliran politiknya. Semua hanya terjadi pemindahan kekuasaan. Hanya pergantian rezim saja.

Mengapa hal itu terjadi?

Sebab awalnya, ketika Bung Karno menggoreskan naskah satu paragraf Proklamasi Kemerdekaan itu hanya berbicara kekuasaan.

Silahkan dibaca kembali. Dimengerti. Lalu direnungkan.

Setelah dibuka dengan pernyataan kemerdekaan, ada pernyataan penting yang dikemukakan:

“… hal2 jang mengenai pemindahan keuasaan d.l.l. …”

Kalimat itu menjadi tulisan takdir sejak awal berdirinya NKRI yang akan mempengaruhi perjalanannya di masa-masa berikutnya.

Naskah itu hanya bicara dua pesan utama saja: kemerdekaan dan pemindahan kekuasaan.

Bung Karno tidak berbicara kedaulatan. Dan kita sebagai bangsa meng-amininya selama 74 tahun ini.

Itulah mengapa sampai hari ini kita sebagai bangsa yang merdeka masih juga belum berdaulat.

Sudah sama-sama kita rasakan bersama bahwa: kita tidak berdaulat pangan, air, energi, bahkan langit.

Kemandirian dan kedaulatan itu, terhalang oleh takdir yang telah ditulis dalam naskah proklamasi itu.

Jika benar-benar masih menginginkan kedaulatan, takdir itu harus diubah. kita harus menuliskan takdir baru.

Susunlah naskah Proklamasi Kedaulatan. Bacakan. Perdengarkan. Serta aaminkan!

Maka, langit akan mengiyakan.

Adapun hal-hal yang mengenai urusan turunannya, selesaikan dengan terencana, seksama, dan konsisten sesuai pernyataan kedaulatan itu.

Sebab, untuk apa merdeka jika tidak berdaulat.

Oleh: Anab Afifi. Penulis adalah seorang konsultan komunikasi dan penulis dengan pengalaman 20 tahun.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru