Opiniindonesia.com – Pernarkah dirimu bertanya :
“mengapa negara ini dari masa ke masa belum mampu mewujudkan kedaulatan?”
Siapa pun pemimpinnya. Apa pun aliran politiknya. Semua hanya terjadi pemindahan kekuasaan. Hanya pergantian rezim saja.
Mengapa hal itu terjadi?
Sebab awalnya, ketika Bung Karno menggoreskan naskah satu paragraf Proklamasi Kemerdekaan itu hanya berbicara kekuasaan.
Silahkan dibaca kembali. Dimengerti. Lalu direnungkan.
Setelah dibuka dengan pernyataan kemerdekaan, ada pernyataan penting yang dikemukakan:
“… hal2 jang mengenai pemindahan keuasaan d.l.l. …”
Kalimat itu menjadi tulisan takdir sejak awal berdirinya NKRI yang akan mempengaruhi perjalanannya di masa-masa berikutnya.
Baca Juga:
Naskah itu hanya bicara dua pesan utama saja: kemerdekaan dan pemindahan kekuasaan.
Bung Karno tidak berbicara kedaulatan. Dan kita sebagai bangsa meng-amininya selama 74 tahun ini.
Itulah mengapa sampai hari ini kita sebagai bangsa yang merdeka masih juga belum berdaulat.
Sudah sama-sama kita rasakan bersama bahwa: kita tidak berdaulat pangan, air, energi, bahkan langit.
Baca Juga:
Sigenergy Resmi Melantai di Bursa Efek Hong Kong, Didukung Investor Global Terkemuka
Pedoman Pertama tentang Penanganan Neuropati Perifer untuk Apoteker di Asia Pasifik
CGTN: Pertukaran Budaya Mempererat Hubungan Persahabatan Tiongkok-Vietnam
Kemandirian dan kedaulatan itu, terhalang oleh takdir yang telah ditulis dalam naskah proklamasi itu.
Jika benar-benar masih menginginkan kedaulatan, takdir itu harus diubah. kita harus menuliskan takdir baru.
Susunlah naskah Proklamasi Kedaulatan. Bacakan. Perdengarkan. Serta aaminkan!
Maka, langit akan mengiyakan.
Adapun hal-hal yang mengenai urusan turunannya, selesaikan dengan terencana, seksama, dan konsisten sesuai pernyataan kedaulatan itu.
Sebab, untuk apa merdeka jika tidak berdaulat.
Baca Juga:
Krisis Pinjol Indonesia: Tembus Rp100 Triliun, Ini Cara FLIN Bantu Keluar dari Siklus Utang
Oleh: Anab Afifi. Penulis adalah seorang konsultan komunikasi dan penulis dengan pengalaman 20 tahun.








