Kisah Benih Lobster, Lupa Bersyukur, dan Si Tamak yang Serakah

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 27 November 2020 - 13:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Benih Lobster. /pexels.com/pixabay.

Benih Lobster. /pexels.com/pixabay.

OPINI INDONESIA – Sebut saja orang tamak. Hanya benih lobster saja di korupsi. Bukannya sejahterakan nelayan atau petambak.

Bukannya memuat kebijakan yang pro rakyat. Ehh, justru sang Menteri yang tamak malah memeras “keringat” kaum miskin untuk koceknya. Bikin kebijakan untuk memperkaya dirinya.

Pantas dulu, sibuk banget mau ngubah aturan Menteri sebelumnya. Ekspor benih lobster yang dulu dilarang, diubah jadi boleh oleh si tamak.

Dari kocek korupsi benih lobster itu pula. Si tamak pergi luar negeri, bilangnya tugas negara. Sudah tentu, tiket dan hotelnya pakai uang negara.

Nah, giliran belanja; beli tas mahal, beli jam tangan, bahkan sepeda tidak tahunya pakai uang korupsi benih lobster.

Sebegitu tamak-kah manusia? Katanya sudah kaya, katanya sudah cukup? Tapi masih berani dan tidak malu mengembat uang jerih payah rakyat.

Kontradiksi. Orang tamak selalu saja mengejar yang banyak. Sekalipun bukan hak-nya.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru