Opiniindonesia.com – Kemarin masih bilang Omnibus Law Cipta Kerja akan menggenjot dunia usaha yang mendatangkan investor berduyun-duyun datang ke Indonesia.
Lha kok Presiden jadi marah pada sama Luhut Binsar Panjaitan yang dianggap omong doang untuk mengajak investor berpesta pora di negeri kita ?
Luhut Binsar Panjaitan kena tegur Presiden Jokowi soal investor yang memble, tak ada yang masuk dan mengucurkan duitnya untuk investasi di semua tempat yang mereka suka. (Baca Zona Jakarta, 3 November 2020)/
Ikhwal kegagalan menggaet investor ini, Luhut Binsar Panjaitan yang selalu sesumbar bila Omnibus Law Cipta Kerja yang dipaksakan pbahasan dan pengesahannya itu bisa membuat para investor jadi kasmaran .
Datang ke Indonesia dan menumpahkan duitnya di berbagai sektor usaha sehingga bisa menciptkan lapangan kerja baru dan menampung semua pengangguran yang ada.
Alih-alih mau menciptkan lapangan kerja setelah Omnibus Law Cipta Kerja itu diteken oleh Presiden Joko Widodo lebih dari yang direncanakan semula, nyatanya sekarang 5 November 2020 justru mengakui krisis berat.
Para pengamat menilai, Luhug Binsar Panjaitan terlalu berlebihan memberi angin surga. (Zona Jakarta, 3 November 2020). Begitulah cerita dan berita hari ini.
“Tak Penuhi Target Investasi, Jokowi Tegur Luhut Binsar Panjaitan dan Bahlil Lahadalia” seperti termuat dalam berbagai media sosial. (Rembang Bicara, 4 November 2020).
Sekarang orang banyak bilang Sri Mulyani Indrawati pun sedang nangis bombay. Entah bagaimana kaitannya dengan resesi yang harus diakui pemetintah Indonesia agak malu-malu dan sangat terkesan terlambat.
Indonesia resmi menyatakan resesi. Dan Sri Mulyani Kecewa pada orang kaya Indonesia yang setengah-setengah mau membuang duitnya. (Okezone, 2020/11/05).
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya





