Anies, Bawaslu dan People Power

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 10 Januari 2019 - 10:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam sebuah sambutan, Anies pernah mengatakan bahwa apa yang terjadi di Jakarta, akan berpotensi terjadi di tingkat nasional. Anda paham? Kalau gak paham, berarti anda bagian dari “manusia dung…” yang sering dibicarakan Rocky Gerung itu.

Di akhir pidatonya, Anies angkat ke atas kedua tangannya dengan mengacungkan dua jarinya. Anda sadar seberapa besar pengaruh dua jari Anies? Mari kita lihat.

Pertama, Gubernur Anies lahir dan didukung diantaranya oleh jutaan massa 212. Mereka berasal dari lintas agama, etnis dan wilayah. Anies bukan hanya representasi masyarakat Jakarta, tapi representasi rakyat Indonesia. Secara emosional tak bisa memisahkan keterpilihan Anies dari heroisme rakyat yang berkumpul di Monas.

Kedua, Anies gubernur DKI. Gubernur Ibu kota negara. Gubernur yang setiap hari disorot media. Karena sejumlah peristiwa dan kinerja herois, publik menjuluki Anies sebagai “Gubernur Indonesia”. Dan sekitar 6% rakyat Indonesia menginginkan Anies nyapres. Tapi, Anies menghormati dan mendukung Prabowo yang maju.

Dari aspek berita, dukungan massa, serta hubungan emosional dan militansial, Anies tentu punya pengaruh yang cukup besar. Maka, ketika Anies mengangkat dua jarinya ke atas, heroisme para pendukung Anies di seluruh Indonesia akan bangkit. Jelas, ini akan jadi ancaman serius terhadap elektabilitas incunbent.

Salam dua jari Anies, tentu berbeda -dan tak sebanding- dengan salam satu jarinya Luhut dan Sri Mulyani. Ini soal militansi dan jumlah pengaruh. Salam dua jari Anies akan ditangkap sebagai pesan kepada seluruh rakyat Indonesia “pilihlah Prabowo, aku mendukungnya”. Begitulah kira-kira rakyat memahami pesan itu.

Jika semula istana berhasil menahan Anies untuk nyapres, maka istana tak akan bisa menghalangi dukungan Anies kepada Prabowo. Dan dukungan itu dahsyat dampaknya.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru

Pers Rilis

Jaringan AI-Optik Jadi Penggerak Pertumbuhan Baru di Era AI

Jumat, 26 Jun 2026 - 07:44 WIB