Lalu, hanya 5,4% orang dewasa yang dapat menemukan makna informasi dari teks yang panjang. Mungkin, beragam studi itu relevan dengan data UNESCO yang menyebut posisi membaca Indonesia 0,001%.
Atau hanya ada 1 dari 1.000 orang Indonesia yang gemar membaca. Tentu, validitas data dan studi itu dapat diperdebatkan.
Tapi buat saya yang penting, data itu harusnya menjadi sinyal bangsa Indonesia untuk memperbaiki diri dalam hal tingkat literasi. Agar ke depan, kondisi literasi orang Indonesia bisa terus meningkat.
Ironisnya, Indonesia ini negara dengan terbanyak ke-5 di dunia, mencapai 272 juta orang. Riset We Are Social bertajuk “Global Digital Reports 2020” menyebut 64% penduduk Indonesia sudah terkoneksi dengan jaringan internet.
Anggka pengguna internet menakjubkan, sudah mencapai 175,4 juta orang. Waktu berselancar di dunia maya rata-rata orang Indonesai selama 7 jam 59 menit per hari, sementara rata-rata global hanya 6 jam 43 menit di internet per harinya.






