Jadi dengan tegas, literasi pastinya merujuk pada “kompetensi dan kecakapan” seseorang dalam menyeimbangkan pikiran dan perilaku, mampu adapatsi terhadap perubahan, dan terpenting mampu memecahkan masalah dalam realitas kehidupan sehari-hari.
Sangat jelas, literasi lebih dari sekadar kemampuan membaca dan menulis.
Seseorang dapat disebut literat, bila memiliki kompetensi dan kecakapan hidup yang mumpuni.
Orang yang berdaya dan memberdayakan atas dasar kesadaran belajar, kemampuan memahami realitas, dan mampu mentransformasikan pikiran ke dalam perilaku sehari-hari.
Hidupnya adaptif, kontibusinya positif, dan manfaatnya solutif.






