Maka tidak heran, orang Indonesia masuk “kaum paling cerewet di media sosial”, berada di urutan ke 5 dunia, melebihi Tokyo dan New York sekalipun.
Nah, jadi apa itu literasi?
Sejatinya, literasi selalu berevolusi sesuai dengan tantangan zaman. Dulu, literasi diartikan sebatas kemampuan membaca dan menulis.
Tapi kini, literasi sudah mengalami perluasan makna menyangkut “kecakapan hidup” dalam berbagai sektor kehidupan manusia. Literasi yang merambah pada praktik pendidikan, ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, dan teknologi.
Para ahli, seperti Sulzby (1986) menyebut literasi sebagai kemampuan berbahasa dalam berkomunikasi seperti membaca, menyimak, berbicara, dan menulis dengan cara yang berbeda sesuai dengan tujuannya. Graff (2006) pun memaknakan literasi sebagai kemampuan untuk menulis dan membaca.






