Fenomena Orang Gila yang Memperkusi dan Membunuh Ulama

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 16 September 2020 - 10:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ulama Syeikh Moh Ali Jaber. (Foto : Instagram @syekh.alijaber)

Ulama Syeikh Moh Ali Jaber. (Foto : Instagram @syekh.alijaber)

Fenomena orang gila yang mempersikusi bahkan membunuh ulama ini memang kerap kali muncul saat kondisi sosial dan politik sedang tidak kondusif, dan termasuk sedang menuju Pemilu atau Pilkada.

Peristiwa Banyuwangi sekitar akhir tahun 1998 lalu, awalnya dapatlah kita lihat sebagai tragedi pembantaian terhadap dukun santet, tetapi yang selanjutnya juga menyasar kepada ulama dan guru ngaji dengan memakai pola orang gila. Karena orang gila tidak bisa diusut, maka kasusnya menjadi hilang.

Tragedi tersebut, jika kita lihat dari kacamata politik, langsung atau tidak langsung bisa juga akibat dari adanya suksesi kepemimpinan dari rezim Suharto dan Pemilu yang akan berlangsung di pertengahan tahun berikutnya, yaitu tahun di 1999, dimana eforia reformasi sangatlah kental serta kondisi sosial politik yang memanas.

Hal ini tidaklah jauh berbeda dengan kondisi soial politik sekarang ini yang sedang memanas, ditambah dengan adanya problematik kebijakan kesehatan dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang terlihat tidak sinkron dalam penanggulangan wabah Covid-19 sekarang ini.

Dibulan September ini juga adalah bulan yang sangat kental dengan aroma Partai Komunis Indonesia.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru