Benar bahwa Jokowi diajukan sebagai Capres oleh PDIP tetapi fakta politiknya Megawati tidak mampu mengendalikan Jokowi setelah menjadi Presiden. Malahan Luhut Panjaitan yang lebih dominan dan menentukan.
Terakhir saat Megawati ribut meminta reshuffle Kabinet, dan tentunya meminta porsi lebih kekuasaan, Jokowi tak menggubris. Hingga kini tak ada reshuffle.
Alih-alih reshuffle, justru Menteri PDIP yang ditangkap. Tamparan lebih kerasnya, KPK siap melakukan tuntutan hukuman mati kepada Juliari.
Nampaknya narasi Megawati tidak mudah. Jika keras dan marah kepada Juliari, maka membuka peluang bagi Juliari untuk membongkar habis aliran dana, siapa tahu banyak yang masuk kas partai.
Jika lunak atau membela tentu disimpulkan ada kebersamaan partai dalam menggasak dana bansos. Masyarakat menunggu pandangan Ketua Umum PDIP atas kasus kadernya ini.
Adakah hubungan “tamparan” ini dengan kekecewaan Jokowi soal kandidat Kapolri dimana Kapolda Metro Irjen Pol Nana Sudjana yang dikenal “geng Solo” tersingkir dalam persaingan dengan “geng Pejaten” dan “geng Makasar” ? Entahlah.
Nyatanya Jokowi menyatakan tidak akan melindungi Juliari yang tersangkut korupsi dana Covid 19.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






