Kasus Anies Salam Dua Jari : Bukti Kedzaliman, Bukan Tidak Mungkin Jebakan

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 9 Januari 2019 - 11:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jebakan
Hingga hari ini, serangan-serangan itu tak kunjung memperlihatkan hasilnya. Maka, satu-satunya jalan, harus ada benturan yang menghebohkan.

Awalnya Habib Riziek Shihab diharapkan pulang setelah beberapa kasusnya tak terbukti. Jika HRS pulang, maka benturan tak terhindarkan. Itu gagal karena HRS sendiri sesungguhnya belum bisa meninggalkan Arab Saudi.

Lalu, sempat terindikasi ada upaya memidanakan Prabowo dalam kasus Ratna Sarumpaet. Jika Prabowo dipidanakan, maka pilpres praktis tinggal satu calon. Jika itu terjadi, maka benturan pun akan terjadi. Ini juga gagal.

Sekali lagi, fakta di lapangan soliditas dan gerakan masif ulama, santri, emak-emak, dan masyarakat makin tak terbendung. Maka, tak ada pilihan, benturan-fisik antar pendukunglah yang akan menyelamatkan petahana.

Momen terbaiknya, ya Anies Baswedan. Sejak menjadi gubernur DKI, Anies memang posisinya melambung sangat tinggi. Apalagi ketika Anies menolak mendampingi Prabowo untuk menjadi cawapres karena tidak ingin melamggar sumpah jabatan saat dilantik menjadi gubernur, maka nilai Anies makin tinggi.

Jadi, jika Anies dipidanakan, maka Prabowo, Sandi Uno, Amien Rais, serta seluruh pendukungnya yang telah mencapai sekitar 58-60 persen dari jumlah pemilih, akan marah. Bukan tidak mungkin akan timbul gerakan rakyat yang besar atau people power di jalanan.

Nah pendukung petahana yang pasti akan didukung oleh tangan-tangan kekuasaan, bergerak menyerbu. Jika itu terjadi, maka kerusuhan tak terkendali, saatnya petahana atas nama undang-undang bisa membuat keadaan darurat. Maka selesai sudah.

Untuk itu, jika dugaan pilihan HRS dan Prabowo gagal, untuk Anies pun harus kita gagalkan. Tentu bukan berarti kita diam saja saat Anies sungguh-sungguh dipidanakan. Tetapi, kita hendaknya tidak terpancing jebakan.

“We are on the right track and we are going to the victory!” Insyaa Allah…..(*)

[Oleh : M. Nigara. Penulis adalah wartawan senior, mantan Wakil Sekjen PWI]

(*) Untuk membaca tulisan M. Nigara lainnya, silahkan KLIK DI SINI.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru