Kekuatan Jahat Yang Solid dan Rapi

- Pewarta

Selasa, 14 Mei 2019 - 15:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opiniindonesia.com – Tidak mudah menegakkan kebenaran. Banyak yang gagal sebelum memulainya. Tidak sedikit yang harus mengorbankan nyawa karena berusaha mengkapanyekan kebenaran.

Setelah mengorbankan semuanya, ternyata kebanaran tidak juga tegak. Bahkan mezoliman semakin bangga dan takabbur.

Hari ini, banyak orang yang menangis melihat kebenaran dan keadilan diinjak-injak. Tapi orang yang menginjak-injak malah mengatakan bahwa merekalah pahlawan kebenaran itu. Mereka mengganti ‘yang haqq’ menjadi ‘yang bathil’ dan sebaliknya.

Inilah yang mereka pertontonkan di depan publik terkait penghitungan suara pilpres 2019. Yang berhak menang dirampok kemenangannya. Yang tak berhak menang balik menngatakan yang berhak menang mencoba mendiskreditkan penyelenggara pemilu (dalam hal ini KPU).

Yang tak berhak menang (yang bathil) merasa benar karena mereka didukung oleh semua pemangku kekuasaan. Akibatnya, hari ini kebathilan itu menjadi sangat kuat dan sangat rapi dalam merencanakan dan mengeksekusi kejahatan mereka.

Mungkinkah kita bisa menghancurkan yang bathil itu? Wallahu a’lam!

Kalau dilihat perangkat yang mereka miliki, kelihatannya tidak mudah menghancurkan kebathilan yang mengacak-acak pilpres 2019. Perlu tekad yang lebih keras. Perlu kontemplasi yang lebih fokus.

Sebab, mereka harus kita akui telah membangun kekuatan jahat itu sejak lama dan rapi. Mereka sangat solid. Mereka bisa menyihir atau memaksa para cendekiawan dan para pemimpin sosial-reliji. Orang-orang bijak itu akhirnya menjadi fana.

Alhamdulillah sekali Anda punya aqidah dan telah memahami konsep aqidah itu. Inilah yang, agaknya, membuat Anda masih bisa bersabar. Tetapi, sebaliknya, ini pula yang membuat Anda siap menghadapi situasi apa saja.

Oleh : Asyari Usman, adalah Penulis Wartawan Senior.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru