Manuver Adian Sebaiknya Dipusatkan untuk Bersihkan Mafia dari BUMN

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 2 November 2020 - 10:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri BUMN Erick Thohir (Foto : Instagram @kementerianbumn)

Menteri BUMN Erick Thohir (Foto : Instagram @kementerianbumn)

Opiniindonesia.com – Pernyataan dan manuver Politisi PDIP Adian Napitupulu yang terlalu menyudutkan dan membuly Erick Tohir, tidak etis.

Lebih baik semua energi dipusatkan bersama sama menata dan memperbaiki BUMN kearah lebih baik, membersihkan Mafia dari BUMN.

Mengkritik sah-sahnya saja dalam sebuah kerangka kritik membangun namun jangan terlalu tendensius, kalau tendensius sama halnya tidak menghargai Presiden Jokowi yang telah mempercayakan pada Erick Tohir untuk memimpin Kementrian BUMN.

Bung Erick Tohir sedang bekerja melaksanakan tugas dari Presiden Jokowi untuk mengelola BUMN sebagai pondasi penting perekonomian negara.

Jangan diganggu dan direcoki dengan hal hal pragmatis, persoalan komitmen pada rekan rekan yang telah berjuang.

Bung Erick memiliki komitmen sudah teruji pada real perjuangan sebagaimana konsistensi perjuangan yang di contohkan Presiden Jokowi.

Semestinya Bung Adian mendukung perjuangan Bung Erick sebagai tangan kanan pak Jokowi dalam tata kelola BUMN, yang terjadi malahan melakukan upaya penggagalan semua program Erick.

Di saat pandemi Covid 19 semestinya semua kekuatan komponen bangsa ini mendukung semua program Pak Jokowi.

Salah satunya mendukung semua program Mentri BUMN Erick Tohir yang sedang menata dan mengelola BUMN, jangan diganggu oleh hal hal pragmatis, harus menghargai Presiden Jokowi yang telah mengangkat Erick Tohir.

Maju terus Bung Erick Tohir jangan hiraukan hal hal kecil yang merecoki, saat pandemi Covid 19 harus bersatu untuk pulihkan perekonomian nasional salah satunya kesuksesan BUMN sebagai front terdepan dalam pemulihan perekonomian nasional, pungkasnya.

Oleh : Anto Kusumayuda dan Abdul Salam Nur Ahmad, Ketua Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98 (PPJNA), dan Sekjen PPJNA.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru