Matematika Politik Pilpres 2019 : Jokowi atau Prabowo

Avatar photo

- Pewarta

Minggu, 9 Desember 2018 - 13:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOLEH DONG saya berlatih berhitung untung ruginya pilihan politik saya di Pilpres 2019 nanti.

Silahkan bagi yang tidak setuju atau tidak sependapat, tapi nggak perlu sampai guling-guling, garuk-garuk aspal atau masuk gorong-gorong yaa.

Jika memilih pasangan nomor 01 Jokowi – Ma’ruf :

Pertama, Saya khawatir keadaan 5 tahun terakhir akan berulang kembali, kriminalisasi dan persekusi terhadap ulama dan aktifis demokrasi terjadi lagi, penistaan terhadap agama terulang lagi, pertikaian antar kelompok berlanjut lagi.

Kedua, Jika saya pilih Jokowi dan ia memimpin 2 periode, maka Presiden pilihan berikutnya setelah Jokowi hampir mustahil Ma’ruf Amin yang telah berusia 80 tahun saat itu. Tipis kemungkinan pak Kyai akan jadi Presiden diusia 80 Tahun dan memimpin negara hingga beliau berusia 85 tahun.

Ketiga, Pilihan Presiden berikutnya bisa saja Puan Maharani, Ahok, atau kader PDIP lainnya, yang bukan pilihan hati nurani saya ..

Keempat, Wapresnya bisa saja Wiranto, Boedi Gunawan, Luhut Binsar Panjaitan atau bahkan bisa saja Adrian Napitupuluh atau Abu Janda yang juga bukan idola saya ..

Kelima, Yang pasti posisi Hendro Priyono, Luhut, Hary Tanoe, Budiman Sujatmiko, Dita Indah Sari, James Riyadi, Guntur Romli, Ngabalin akan semakin kuat, dan itu bukan keadaan yang saya harapkan ..

Keenam, Bukan mustahil 9 Naga akan bunting semua dan melahirkan ratusan naga-naga baru yang tidak kalah ganasnya mencaplok seluruh kekayaan anak pribumi negeri ini, dan itu yang saya takutkan ..

Ketujuh, Jumlah buruh tiongkok ilegal jumlahnya bisa meningkat 100 x lipat atau lebih, sehingga komunitas aseng akan bertambah mencapai lebih dari 50% penduduk pribumi, dan itu yang bagi saya sangat mengerikan ..

Kedelapan, Hutang negara meningkat, BUMN tergadai, aset negara lepas kepada asing, importasi bahan pokok dan barang industri akan menguasai 90% pasar, buruh lokal menganggur, harga-harga kebutuhan pokok, sandang, pangan, papan akan terus meroket, listrik, air, tol, dan bbm 100% akan di swastanisasi, kriminalitas meningkat, eksploitasi anak dan perempuan pribumi terjadi dimana-mana, homoseksual semakin marak, kemiskinan, kemelaratan dan kelaparan akan menjadi keadaan yang dialami setiap rakyat di seluruh negeri, dan keadaan semacam itu yang bagi saya sangat mencekam.

Kesembilan, Konflik horizontal akan terus berkepanjangan, situasi politik tidak stabil, kerukunan hidup antar umat beragama terancam, persatuan dan kesatuan rakyat hancur terpecah belah, dan itu bagi saya sangat menyedihkan.

Jika, memilih pasangan nomor 02 Prabowo – Sandi :

Pertama, Saya berharap keadaan 5 tahun kedepan akan mengalami pembaharuan. Di bantu Sandiaga Uno, pembaharuan ekonomi negara akan berorientasi pada menajemen ekonomi negara yang profesional, dan itu buat saya sangat menggembirakan.

Kedua, Presiden pilihan berikutnya bisa saja Sandiaga Uno jika Prabowo tidak memimpin 2 periode. Namun jika Prabowo memimpin 2 periode, insyaAllah bang Sandi tetap sebagai wapresnya, bagi saya itu memberi harapan.

Ketiga, Pembaharuan dan perbaikan ekonomi dan politik akan berlangsung berkesinambungan tanpa reserve, stabil, maju menuju cita-cita adil makmur sejahtera, dan bagi saya itu kesuksesan.

Keempat, Jika Prabowo memimpin 2 periode, besar kemungkinan Sandiaga juga akan berpotensi sebagai kandidat pengganti Prabowo sebagai Presiden berikutnya selama 2 periode, sehingga Indonesia memiliki kurun waktu pembangunan berkesinambungan selama 20 tahun, masa yang mampu mengangkat Indonesia kembali menjadi macan asia bahkan negara kaya raya yang diperhitungkan dunia, dan buat saya itu sangat membanggakan.

Kelima, Selama 20 tahun kedepan rakyat akan mengalami kehidupan politik yang stabil, aman, tenang, tentram, ekonomi membaik, buruh sejahtera, industri bergerak maju, celah korupsi tertutup, bebas konflik, aman dari bahaya laten PKI, tidak disusupi pendatang tiongkok ilegal, kehidupan antar umat beragama akan kembali rukun, konflik horizontal akan berakhir dengan sendirinya, dan bagi saya juga insyaAllah seluruh rakyat Indonesia, itu adalah kebahagiaan dan dambaan masa depanl.

So, tidak ada alasan saya memilih pilihan yang akan membuat nasib bangsa dan negara terancam kebangkrutan dan keterpurukan.

Pilihan nomor 2 Prabowo-Sandi jelas adalah pilihan yang terbaik, yang akan menyelamatkan bangsa dan negara dari kehancuran.

[Oleh : Nadya Valose, pendukung Prabowo-Sandi]

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru