Oposisi Sangat Dibutuhkan

- Pewarta

Senin, 8 Juli 2019 - 09:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opiniindonesia.com – Didalam sistem Pemerintahan tentu kita mengenal yang namanya OPOSISI.

Di dalam dunia politik, terdapat istilah-istilah politik yang seringkali kita dengar. Salah satu dari istilah politik yang familiar di telinga kita adalah kata oposisi. Oposisi erat kaitannya dengan partai politik. Setiap kali masa pergantian presiden, selalu ada partai politik yang menyatakan diri sebagai partai oposisi. Apa sebenarnya arti dari oposisi? Oposisi diperlukan sebagai penyeimbang dalam sebuah pengelolaan negara berkembang seperti Indonesia. oposisi adalah untuk membangun checks and balances dalam demokrasi dan untuk menghindari kekuasaan absolut maka dibutuhkan peran oposisi sebagai alat kontrol dan penuntut transparansi. pemerintah membutuhkan kelompok oposisi untuk menjaga supaya pemerintahannya tidak absolut dan berimbang.

didalam sistem sebuah pemerintahan yang absolut diyakini akan melahirkan keburukan yang absolut pula. Karena hal itulah, pemerintah membutuhkan kelompok oposisi untuk menjaga supaya pemerintahannya tidak absolut dan berimbang.

Sejauh ini oposisi tetap diperlukan dan dibutuhkan dalam sistem demokrasi apa pun, sebagai alat kontrol didalam sistem kebijakan dan pengambil keputusan baik untuk sistem presidensial seperti Indonesia maupun parlementer seperti di negara lain karena tanpa oposisi yang sehat dan kuat pemerintah dapat terjebak. Untuk itu didalam Pemerintahan yang sehat harus ada penyeimbang.
eksistensi oposisi adalah sebagai pemberi kritik maupun pandangan alternatif terkait kebijakan pemerintah. Tanpa oposisi yang sehat dan kuat, pemerintah bisa terjebak

Ada anggapan bila tidak menjadi partai koalisi berarti menjadi partai oposisi. Hal ini lah yang menyebabkan kebanyakan orang berpikir jika arti kata koalisi dan arti kata oposisi merupakan dua kata yang saling berlawanan. Dan dapat disalah artikan sebagai dua kubu yang berseberangan, padahal tidak demikian. Justru bila tidak ada Oposisi lalu siapa yang dapat mengontrol segala kebijakan dan keputusan yang sekiranya dapat merugikan dan tidak sesuai disinilah peranan oposisi sebagai pemberi kritik maupun pandangan alternatif terkait kebijakan pemerintah.

Indonesian dengan sistem Demokrasi tentu sangat membutuhkan Oposisi untuk menjadikan bangsa ini lebih bermakna dan bermartabat karena Oposisi bukanlah momok yang mengerikan sebagai pembangkang kebijakan Pemerintah akan tetapi justru sebagai penyeimbang maka oposisi konstruktif demokratis berfungsi untuk menciptakan keseimbangan yang sesungguhnya didalam sistem pemerintahan kita saat ini.

Oleh: Ryanti Suryawan. Penulis adalah Wakil Ketua DPC Gerindra Kota Bogor Ketua DPD Gardu Prabowo Jabar.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru