Pendapatan Cekak tapi Utang Pemerintah Segunung, Bagaimana Nih?

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 20 Oktober 2020 - 10:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indonesia menempati posisi 10 besar negara berpendapatan rendah-menengah dengan hutang terbesar. (Foto : Idx.co.id)

Indonesia menempati posisi 10 besar negara berpendapatan rendah-menengah dengan hutang terbesar. (Foto : Idx.co.id)

Opiniindonesia.com – Utang luar negeri dibagi dalam utang pemerintah dan swasta. Dua duanya hampir sama besar. Sekarang keduanya menghadapi masalah besar yakni kesulitan membayar utang.

Mengapa bisa demikian, ini dikarenakan pertumbuhan ekonomi yang menurun. Sementara utang bergerak sebaliknya meningkat. Kesulitan ekonomi yang dihadapi ditutup kembali dengan utang.

Kemana uang utang ini selama ini mengalir? Dalam logika yang dibangun para intelektual, bahwa utang luar negeri merupakan cara untuk meningkatkan pendapatan suatu negara.

Mereka mengklaim ada korelasi antara peningkatan utang dengan peningkatan pendapatan. Ada logika bahwa makin tinggi utang maka makin tinggi pendapatan.

Apa itu pendapatan? Pendapatan suatu negara diukur dengan indikator Produk Domestik Bruto (PDB). Indonsia adalah negara dalam kelompok G20 atau negara dengan GDP terbesar di dunia.

Namun setelah dibagi dengan jumlah penduduk menjadi GDP perkapita, Indonesia menjadi negara dengan GDP perkapita yang rendah. Bahkan di ASEAN sekalipun.

Kemana uang Utang Luar Negeri Pemerintah Mengalir?

Utang luar megeri swasta tentu mengalir ke kantong kantong swasta. Perusahaan perusahaan swasta Indonesia utangnya sangat besar dibandingkan skala ekonomi mereka. Termasuk juga BUMN. Umumnya memiliki utang yang sangat besar. Sementara bisnis mereka tidak merangkak. Segitu gitu saja.

Nah pertanyaan muncul, kemana utang luar negeri pemerintah dan BUMN mengalir? Mengapa pendapatan masayarakat tidak merangkak naik, atau tidak berkorelasi positif dengan kenaikan utang pemerintah dan BUMN.

Utang pemerintah jelas dialirkan kepada proyek proyek pemerintah. Dengan demikian utang pemerintah mengalir ke kantong kantong swasta dalam negeri. Demikian juga dengan utang BUMN juga mengalir ke proyek proyek BUMN yang dikerjakan oleh swasta dalam negeri. Itulah mengapa utang pemerintah dan BUMN juga untuk swasta.

Dalam lima tahun terakhir terjadi peningkatan besar dalam utang luar negeri pemerintah. Sementara utang luar negeri swasta relatif lamban. Penurunan harga komoditas dan penurunan permintaan global merupakan salah satu penyebab swasta sulit dapat utang.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru