Prabowo Subianto Tetap Masih Punya Peluang Besar di Pilpres 2024

Avatar photo

- Pewarta

Minggu, 3 Januari 2021 - 19:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto. /Instagram @/prabowo.

Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto. /Instagram @/prabowo.

Kedua, karena faktor jarak Pilpres 2024 yang masih jauh, survei politik di tengah pandemi Covid-19 sebenarnya kurang bisa dijadikan pegangan untuk meneropong pemilihan presiden yang akan datang. Benar bahwa tehnik survei mewancarai responden di masa pandemi Covid-19 “by phone” diakui lebih aman dan sesuai asas protokol kesehatan.

Tetapi mengandalkan jawaban responden via telepon bisa sangat bias, karena target populasi survei adalah mereka yang punya telpon.

Disamping itu, ketika seseorang ditanya pendapat soal kepala daerah oleh orang yang tidak dikenal, maka orang tersebut cenderung akan memberikan jawaban yang sesuai dengan yang diinginkan surveyor, dengan harapan bahwa itu akan memberikan kesan yang baik.

Dalam kondisi pandemi, orang cenderung berhati-hati dalam mengungkapkan pendapatnya atau preferensi politiknya. Bisa saja kuatir nggak dapat Bantuan Tunai Langsung, misalnya.

Sekalipun orang yang ditanya itu tahu bahwa tokoh daerah tersebut mengaku suka menonton video porno atau pernah dipanggil KPK sebagai saksi terkait kasus korupsi e-KTP.

Ketiga, banyak faktor X yang nanti bisa mempengaruhi seseorang bisa maju atau tidak. Kendaraan politik, perubahan isu dan momentum, dan manuver elit di injury time bisa membuat ambyar segala prediksi politik saat ini.

Seperti munculnya kemungkinan skenario duet Prabowo-Ganjar atau Prabowo Puan. Skenario ini bisa saja terjadi tergantung restu dari Megawati, disetujui Prabowo dan diendorse oleh Presiden Jokowi.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru