Menjadi Profesor yang Diktator, Jual Diktat Beli Motor

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 5 September 2020 - 22:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wartawan Senior, Dhimam Abror Djuraid (Foto: Dok pribadi)

Wartawan Senior, Dhimam Abror Djuraid (Foto: Dok pribadi)

Mbah Surono sempat menjadi idola karena selalu muncul di televisi dengan prediksi dan analisisnya yang otoritatif. Seorang tukang tambal ban yang ingin sok keren membuat kartu nama dan menyebutkan profesinya sebagai “vulkanolog”, maksudnya tukang vulkanisir ban.

Mbah Lasiyo dari Bantul dijuluki “Profesor Pisang” karena berhasil membudidayakan pisang yang produktif dan menemukan racikan pestisida yang aman untuk pohon pisang.

Prof Lasiyo berkeliling Eropa memberikan ceramah mengenai pisang. Ketika ditanya wartawan Jogja darimana ia dapat gelar profesor, Mbah Lasiyo bilang dari UGM, Universitas Gajah Mungkur.

Arsene Wenger, menjadi pelatih klub sepakbola Inggris selama 22 tahun sejak 1996 sampai 2018. Pada musim kompetisi 2003 Arsenal memenangi kompetisi Inggris tanpa sekalipun kalah dalam 38 pertandingan, menang 26 kali dan seri 12 kali.

Arsenal menjadi satu-satunya tim dalam sejarah Inggris yang menjadi juara tanpa pernah kalah dan mendapat julukan “The Invincibles”, yang tak terkalahkan. Dan untuk kehebatan itu Wenger dijuluki “The Professor” atau “Le Professeur” karena dia berasal dari Prancis.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru