Rakyat Menyaksikan UU Cipta Kerja yang Terhimpit Resesi dan Covid-19

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 6 November 2020 - 08:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja. (Foto : Instagram @antarafotocom
)

Unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja. (Foto : Instagram @antarafotocom )

Opiniindonesia.com – Kemarin masih bilang Omnibus Law Cipta Kerja akan menggenjot dunia usaha yang mendatangkan investor berduyun-duyun datang ke Indonesia.

Lha kok Presiden jadi marah pada sama Luhut Binsar Panjaitan yang dianggap omong doang untuk mengajak investor berpesta pora di negeri kita ?

Luhut Binsar Panjaitan kena tegur Presiden Jokowi soal investor yang memble, tak ada yang masuk dan mengucurkan duitnya untuk investasi di semua tempat yang mereka suka. (Baca Zona Jakarta, 3 November 2020)/

Ikhwal kegagalan menggaet investor ini, Luhut Binsar Panjaitan yang selalu sesumbar bila Omnibus Law Cipta Kerja yang dipaksakan pbahasan dan pengesahannya itu bisa membuat para investor jadi kasmaran .

Datang ke Indonesia dan menumpahkan duitnya di berbagai sektor usaha sehingga bisa menciptkan lapangan kerja baru dan menampung semua pengangguran yang ada.

Alih-alih mau menciptkan lapangan kerja setelah Omnibus Law Cipta Kerja itu diteken oleh Presiden Joko Widodo lebih dari yang direncanakan semula, nyatanya sekarang 5 November 2020 justru mengakui krisis berat.

Para pengamat menilai, Luhug Binsar Panjaitan terlalu berlebihan memberi angin surga. (Zona Jakarta, 3 November 2020). Begitulah cerita dan berita hari ini.

“Tak Penuhi Target Investasi, Jokowi Tegur Luhut Binsar Panjaitan dan Bahlil Lahadalia” seperti termuat dalam berbagai media sosial. (Rembang Bicara, 4 November 2020).

Sekarang orang banyak bilang Sri Mulyani Indrawati pun sedang nangis bombay. Entah bagaimana kaitannya dengan resesi yang harus diakui pemetintah Indonesia agak malu-malu dan sangat terkesan terlambat.

Indonesia resmi menyatakan resesi. Dan Sri Mulyani Kecewa pada orang kaya Indonesia yang setengah-setengah mau membuang duitnya. (Okezone, 2020/11/05).

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru