Seruan Terakhir untuk Para Penjaga Demokrasi

- Pewarta

Jumat, 5 Juli 2019 - 13:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opiniindonesia.com – Wahai para politisi yang numpang hidup dalam sistem demokrasi!

Wahai para penguasa yang wajib bohong dan curang untuk dapatkan kursi!

Wahai para ulama penjilat penguasa dengan cara menjual ayat-ayat suci demi raih kuasa dan duit yang tak terhitung jari!

Wahai para intelektual yang rajin masturbasi ilmu yang dimiliki demi raih pangkat yang tinggi!

Wahai para pemilik modal yang tak bosan jual beli harta Negara dan rakyat untuk menjadi pengikut Qorun sejati!

Wahai siapa saja yang selalu membela sistem demokrasi dan penguasa keji!

Lanjutkan semua hasrat duniawi kalian sampai mati! Jangan tengok kanan kiri!

Simpan saja iman di pusara nurani!

Teruslah semangat raih puncak nikmat dunawi!

Lacurkanlah nurani dan akal sehatmu pada kemunafikkan sepenuh hati!

Tak usah takut akan dosa dan murka Allah rabbul izzati!

Habiskanlah usia kalian dengan kezoliman, kemusyrikkan, kekufuran, kemunafikkan, dan kefasikkan agar rakyat sempurna menderita setiap hari!

Jangan lupa setiap bangun pagi sampai tidur kembali, hiasilah hari-hari selama memimpin negeri dengan dusta, khianat, dan ingkar janji!

Semoga kalian sempurna meraih adzab Allah di dunia dan akhirat tanpa henti, jika kalian tetap tidak mau kembali pada Ilahi Rabbi!

Oleh: Uus Rusad.Penulis adalah Sastra Pembebasan.

Opini ini sudah dipublikasikan Eramuslim.com.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru