Sehingga Airlangga Hartarto menilai kebijakan tersebut turut mendorong peningkatan kasus infeksi virus corona karena masyarakat yang tidak bisa mengikuti sistem tersebut harus kerja dengan menggunakan transportasi umum.
Agaknya, kegamangan pihak pengusaha pun telah ikut dipicu oleh kegaduhan pemerintah DKI Jakarta dengan pemerintah pusat yang dibuat ribut oleh sejumlah menteri yang lebih terkesan bernuansa politik.
Padahal, dengan cara merong-rong kebijakan Anies Baswedan seperti itu justru kualitas dan kapasitasnya semakin jauh melambung jauh diatas menteri tersebut.
Naga-naganya sudah demikianlah suratannya bagi negeri ini ketika hendak masuk pada iklim musim Pilkada dan Pilpres. Suara pengusaha pun bisa disetel nadanya tak kalah merdu dibanding buzzer.
Oleh : Jacob Ereste, Ketua Bidang Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan Federasi Bank, Keuangan dan Niaga (F.BKN) K.SBSI.





