Untuk Mereka yang Telah Berbuat Curang dalam Pilpres

- Pewarta

Selasa, 7 Mei 2019 - 08:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opiniindonesia.com – Siapakah orang-orang yang curang? Mereka adalah orang yang selalu meminta orang lain jujur dan benar kepada kepentingannya. Sementara mereka sendiri tidak jujur dan tidak benar kepada orang lain.

SAHABAT ini ramadhan. Bulan milik Allah, arena tempat kita membakar seluruh dosa. Tempat kita memperbaiki kesalahan sekelam apa pun. Jangan abaikan kesempatan ini.

Sahabat, atas nama apa pun, apa yang kita lakukan, insyaa Allah akan kembali pada diri kita sendiri. Kebaikan atau kejahatan, diperintah atau atas kemauan sendiri, kita yang akan memikulnya kelak.

Di hadapan Sang Khalik, kita tidak bisa mengatakan: “Ya Allah, hamba diperintah atasan, diperintah komandan, “. Hukum Allah tak akan kompromi dengan siapa pun yang memerintahmu.

Begitu juga orang yang memerintahmu. Dia atau mereka tak bisa bersembunyi dari Allah. Seperti tertulis dalam AlQuran surat Al-Inshiqaq ayat 23. Padahal Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dalam hati mereka. Lalu ayat ke-24 surat yang sama: Maka beri kabar mereka dengan azab yang pedih.

Tidakkah engkau takut duhai sahabat. Tidakkah engkau ingin menghentikan perbuatan tercela itu? Tidakkah engkau sesungguhnya telah dzalim dengan orang lain bahkan dengan dirimu sendiri.

Ketahuilah, Allah tidak mungkin mamaafkan kita jika orang yang kita dzalimi tidak memaafkan kita. Untuk urusan kita dengan satu orang saja, neraka menjadi tempat kita. Bagaimana jika 10, 100, 1000, bahkan jutaan yang kau dzalimi. Mengubah suara pilihan orang adalah dzalim. Itu bukan sekedar mengubah dari A ke B atau sebaliknya, tapi itu tentang hak orang. Belum lagi jika di kemudian hari ada dampak buruk. Maka, kedzalimanmu akan meluas.

Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya. (Qs. At Tariq 15). Dan Allah membalasnya di ayat ke-16: Dan Akupun (Allah) membuat rencana pula dengan sebenar-benarnya. Ketahuilah Allah adalah Maha Besar lagi Maha Perkasa.

Sahabat, ini ramadhan, tempat dosa sekelam apa pun bisa dihapus Allah. Ramadhan tempat kita diberi kemudahan oleh Allah untuk memperbaiki diri. Ramadhan tempat segala kebaikan dilayarkan. Ramadhan tempat segala keburukan dibelenggu. Jangan sia-siakan sahabat. Jangan biarkan nafsu angkara justru membawamu makin jauh ke dasar neraka.

Sahabat, mumpung Allah memberi kesempatan, kembalilah padaNya. Jangan dzalimi dirimu sendiri, apalagi orang lain. Jangan biarkan kekuasaan dan kekuatan menyeretmu ke neraka. Berhentilah sahabat.

Oleh : M. Nigara, adalah Wartawan Senior Indonesia.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru