Untukmu Saudaramu : Jangan Mengeluh, Ini Zaman Pura-Pura itu

- Pewarta

Senin, 14 Oktober 2019 - 14:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opiniindonesia.com – Jangan mengeluh, saudaraku. Jangan berandai-andai, ada kebaikan menghampiri kita, saudaraku. Jangan berpikir ada pujian untuk kita, saudaraku. Jangan berharap ada kebenaran menyapa kita, saudaraku. Inilah zaman tak menentu. Inilah zaman penuh kepura-puraan. Inilah zaman di mana kebaikan dan kebenaran sedang dalam belenggu.

Seperti sabda Rasulallah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dalam salah satu hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu:

إِنَّهَا سَتَأْتِي عَلَى النَّاسِ سِنُونَ خَدَّاعَةٌ، يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ، وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ، وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ، وَيُخَوَّنُ فِيهَا اْلأَمِينُ، وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ، قِيلَ: وَمَـا الرُّوَيْبِضَةُ؟ قَالَ: السَّفِيهُ يَتَكَلَّمُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ.

“Sesungguhnya akan datang pada manusia tahun-tahun yang penuh dengan tipuan, seorang pembohong dibenarkan dan seorang yang jujur dianggap berbohong, seorang pengkhianat dipercaya dan seseorang yang dipercaya dianggap khianat, dan saat itu Ruwaibidhah akan berbicara.” Ditanyakan kepada beliau, “Siapakah Ruwaibidhah itu?” Beliau menjawab, “Ia adalah orang bodoh yang berbicara tentang urusan orang banyak (umat).”

Inilah zaman itu. Inilah zaman di mana kebenaran jadi barang yang tabu. Inilah zaman di mana kebaikan jadi barang langka. Dan, inilah zaman di mana kebohongan jadi bagian utama untuk dipuja. Inilah zaman itu, zaman kepura-puraan bisa jadi senjata. Inilah zaman yang nyaris serupa dengan zaman jahiliyah itu.

Jangan mengeluh saudaraku. Hati kita pasti tak bisa menerima. Mata kita pasti perih melihat fakta. Bibir kita pasti kelu melontarkan kata. Tapi, jangan lakukan yang berlebihan saudaraku.

Inilah zaman di mana langkah kita sudah dikotakan. Inilah zaman dimana suara kita harus selalu sama. Inilah zaman di mana kepala kita harus selalu mengangguk, senista apa pun yang kita saksikan. Inilah zaman di mana jempol tangan kita harus selalu diacungkan sebohong apa pun yang dilakukan.

Untuk itu, hati-hatilah saat melangkah saudaraku. Kalimat kita sudah dibidik. Untuk itu, hati-hatilah berkata, saudaraku. Jangankan di luar koridor, dalam bingkai pun jika sang penguasa kegelapan tersinggung, penjara menanti. Untuk itu, hati-hatilah saudaraku.

Inilah zaman paling hebat sepanjang zaman, di bumi. Zaman di mana niat dalam hati kita bisa bebas ditafsirkan. Inilah zaman di mana niat kita, bisa digugat ke pengadilan. Dab inilah zaman gila itu, di mana bayang kita pun bisa ditembak mati.

Jadi, hati-hatilah saudaraku. Kekeliruan sekecil apa pun bisa jadi bencana. Kesalahan secuil bisa membawa kita ke penjara.

Sementara kebohongan dan kedzaliman bisa jadi pujian di mana-mana. Bahkan pujian atas kebohongan seperti jadi irama dan orkestra. Pujian kebohongan jadi ukuran kenaikan jabatan. Inilah zaman edan itu. Zaman dimana pemujaan jadi alat ukur yang utama.

Inilah zaman di mana para penjilat merajalela. Inilah zaman dimana kepintaran apalagi taqwa tak berguna. Inilah zaman gila-gilaan itu.

Jangan mengeluh saudaraku.

Berdoa dan berdoalah saudaraku, agar kita tidak terpedaya untuk larut dalam bejana kebohongan. Berdoa dan berdoalah saudaraku agar
Allah segera menghapus zaman pura-pura ini.

Jangan mengeluh saudaraku….

Rencana Allah selalu indah, selalu tepat, selalu jitu. Allah pasti tahu kapan waktunya. Allah tahu semua, bahkan yang ada di hati. Terus berdoa saudaraku.

Oleh: M. Nigara. Penulis adalah Wartawan Senior Indonesia.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru