Jangan Kalian Teruskan, Panjang Nanti Ceritanya

- Pewarta

Kamis, 2 Mei 2019 - 10:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opiniindonesia.com – Kalian mungkin ingin menguji mental dan nyali rakyat, termasuk emak-emak. Lebih baik tidak usah. Janganlah rakyat digiring ke pojok. Sudahlah. Panjang nanti ceritanya.

Ini mayoritas rakyat sudah bagus-bagus mengikuti proses demokrasi dengan jujur dan bersih. Mereka tertib dan damai. Tanpa keributan. Mereka menghormati semua orang, semua golongan, semua ras, semua agama.

Mereka telah menunjukkan pilihan masing-masing. Mayoritas rakyat menghendaki Prabowo Subianto (PS) yang menjadi presiden.

Hormatilah pilihan mayoritas rakyat. Mohon sangat agar jangan kalian utak-atik suara rakyat itu. Jangan dirampas kemenangan mereka. Panjang nanti ceritanya. Dulu rakyat bisa dirampok karena perampoknya menyamar sebagai badut. Orang terlena sehingga lupa ada perampokan.

Hari ini, semua rakyat yang dulu kalian rampok, tidak lagi lengah. Mereka tahu dari pojok mana kalian datang. Mereka tahu siapa kalian. Jangankan wajah kalian, topeng kalian pun rakyat sudah hafal.

Jadi, sudahlah. Jangan coba-coba kalian tukangi pilihan mayoritas rakyat. Rakyat punya pakar IT yang bisa menelusuri kejahatan pemilu yang kalian lakukan. Berbusa-busa sudah mulut ini memperingatkan kalian bahwa hari ini semua penipuan bisa dipergoki.

Apalagi dalang kejahatan pilpres 2019 ini orangnya itu-itu juga. Bau badan kalian pun sudah hafal juga rakyat. Muka-muka bandit kalian itu sudah tak asing lagi bagi rakyat.

Begini kawan! Rakyat sudah paham bahwa kalau perampokan kalian hari ini dibiarkan seperti yang lalu-lalu, maka kalian pasti akan mewariskannya ke geng-geng kalian. Kalian akan melanggengkan penipuan pilpres ini agar kalian selamat. Sudah bisa kok dibaca manuver kalian untuk mewariskan perampokan pilpres.

Sudahlah. Jangan kalian teruskan. Bakal panjang nanti ceritanya. Mari kita buat pilpres itu bersih supaya kita bisa memunculkan orang terbaik untuk memimpin bangsa dan negara ini.

Kalau sekiranya kalian curiga terhadap umat Islam, sebagaimana diteorikan oleh Prof Mahfud MD (MMD), sesungguhnya kalian tahu liku-liku demonisasi kaum muslimin yang kalian skenariokan sendiri. Sejak dulu umat ini kalian jadikan korban terus-menerus. Dengan segala rekayasa, kalian potretkan umat Islam itu radikal dan ekstrem.

Padahal, kalian tahu umat Islam tidak radikal. Dan tidak ekstrem. Karena itu, sudahlah. Jangan lagi kalian tipu. Besar nanti akibatnya.

Oleh : Asyari Usman, adalah Penulis wartawan senior.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru