Begitu juga Pemerintah yang ngotot untuk melaksanakan Pilkada di tengah meningkatnya korban pandemi Covid 19 adalah “out of the box”. Jika nanti korban berjatuhan maka itupun lumrah sebagai korban “out of the box”.
“Out of the box” menjadi seolah terobosan padahal itu adalah kenekadan bahkan penyimpangan dari nilai kebenaran dan keadilan.
Siapapun yang sudah berada dalam “box’ yang benar maka ia tidak boleh “out”. Itu seharusnya. Namun kepentingan politik mampu membingkai seribu alasan untuk melakukan perbuatan di luar kebiasaan atau kewajaran menjadi “out of the box”.
Dengan alasan bahwa Orde Baru lah yang anti PKI dan Komunis, maka ketika muncul sikap perlunya mewaspadai bahaya bangkitnya Neo PKI dan Komunisme maka dituduhlah itu sebagai anasir Orde Baru.
Lalu dibuatlah argumen Pemerintah harus membuat langkah “out of the box” dengan rekonsialisasi, rehabilitasi, dan meminta maaf kepada pengikut atau keluarga PKI.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






