Apologi Itu Bernama Out Of The Box, Padahal Menabrak Aturan

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 28 September 2020 - 11:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

"Out of the box" dalam makna kreatif harus berbasis aturan, bukan menginjak-injak atau memperalat aturan. (Foto : wellbeing.com.au)

“Out of the box” dalam makna kreatif harus berbasis aturan, bukan menginjak-injak atau memperalat aturan. Mengeliminasi Tap. MPRS No XXV/MPRS/1966 itu bukan “out of the box”, berkreasi tentang Pasal Trisila dan Ekasila atau mengecilkan porsi Agama bukan pula “out of the box”.

Begitu juga dengan Pancasila berbasis 1 Juni 1945. Membuka celah bangkit Neo PKI dan Komunisme absolut bukan “out of the box”.

Aspek-aspek yang menginjak-injak atau memperalat aturan bukanlah “out of the box” melainkan kunci pembuka dari “Pandora’s box” yang membuka sebaran penyakit virus PKI dan Komunisme.

RUU HIP dan RUU BPIP adalah “Pandora’s box”. Zeus menghadiahi puterinya Pandora kotak yang tak boleh dibuka. Tapi perempuan ini melanggarnya. Akibatnya tersebarlah penyakit di muka bumi.

PKI dan Komunisme akan tersebar menjadi penyakit di bumi Pertiwi karena sang Puteri melanggar amanat. Kotak Pandora berusaha untuk dibuka. RUU HIP dan RUU BPIP yang seharusnya ditutup, masih terus dicari celah agar dapat terkuak.

Seolah pekerjaan itu bagus “out of the box” padahal yang bakal terjadi adalah “out from the box”. Penyakit yang tersebar lalu merusak dan membahayakan rakyat, bangsa, dan negara.

Penghianat telah mencoba membuka “Pandora’s box”. Virus Komunisme akan disebarkan. Karenanya sebelum tersebar maka cegah dan basmi.

Oleh : M Rizal Fadillah, Pemerhati Politik dan Kebangsaan.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru