Karena itu tidak heran banyak anak yang bermimpi ingin menjadi hebat dan pintar dengan mengatakan mereka ingin seperti Habibie.
Riwayat Habibie pun memang berkaitan erat dengan kepintaran dan kecerdasan. Gelar doktor aeronatika di RWTH Aachen Jerman Barat, diraih dengan predikat Summa Cum Laude.
Habibie adalah Menteri Riset dan Teknologi terlama di negara ini selama 20 tahun. Tidak terlupakan julukannya sebagai Mr Crack, setelah dunia Aeronatika buntu menghadapi problem retakan pesawat yang mengancam keselamatan penerbangan, maka Habibie datang dengan kemampuan rumusan menghitung rambatan.
Rumusan Habibie itu adalah yang sangat detail tentang “Crack” yaitu penghitungan sampai tingkat atom, yang bukan hanya bisa memprediksi pergerakan retakan pesawat dan menghindarkannya dari kecelakaan penerbangan, tetapi juga bisa merumuskan langkah-langkah memperpanjang umur pesawat.
Namun dibalik sinonimnya nama besar Habibie dengan kecerdasan dan telah menginspirasi banyak orang tua di Indonesia, justru disini juga letak permasalahannya. Banyak orang dan pengambil kebijakan pemerintah seolah menganggap segala hal yang diraih Habibie murni berkaitan dengan kecerdasan.






