Jadi, pertanyaannya bukan siapakah penerus Habibie, tapi maukah kita memunculkan Habibie baru? Karena jangan-jangan Habibie baru itu sudah ada tapi tidak pernah difasilitasi oleh pemerintah untuk maju dan berkembang.
Semoga tulisan dalam rangka mengenang satu tahun meninggalnya alm BJH ini akan terus relevan dan akan kerap menemukan momentum bagi kebangkitan Indonesia, baik dalam membangun potensi anak bangsa.
Agar dapat melanjutkan warisan Habibie khususnya dalam mengembangkan potensi kedirgantaraan di tanah air dan sekaligus untuk melanjutkan cita-cita alm BJH, ataupun yang sengaja mempersiapkan negara Indonesia menjadi juara di bidang kedirgantaraan secara internasional.
Oleh : Ricky Rachmadi, SH, MH (Penulis mantan Pemimpin Redaksi HU Suara Karya. Saat ini Ketua Lembaga Informasi dan Komunikasi DPP Partai Golkar).






