Lantaran melihat Habibie sebagai figur yang pintar, kita juga abai melihat bahwa kemunculan figur seperti Habibie berkaitan dengan political will pemerintah dalam memajukan industri dirgantara nasional, sekaligus memanfaatkan potensi terbaik anak bangsa yang memang unggul.
Alm Presiden Soeharto tidak hanya memanggil Habibie untuk pulang ke Indonesia, tetapi diikuti memberikan posisi yang tepat dan signifikan untuk figur sebesar Habibie.
Akan tetapi, saat ini kita menghadapi problem pelik political will pemerintah dalam memanfaatkan potensi-potensi terbaik anak bangsa.
Banyak anak bangsa terbaik yang enggan kembali ke Indonesia bukan karena tidak ingin mengabdi ke negerinya, tetapi mereka tidak mendapatkan kejelasan peran dan posisi apa yang akan mereka lakukan bila harus kembali ke Indonesia.
Bagaimanapun, tempat terbaik mereka adalah di luar negeri karena di sanalah mereka mempunyai lahan untuk mengeksplorasi bakat yang mereka miliki.






