Ngopi Bareng, Nikmat Tuhan Mana Lagi yang Kamu Dustakan?

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 5 September 2020 - 22:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ngopi bareng dapat memnbuat segala hal dalam hidup jadi terasa lebih ringan dan menyenangkan.(Foto : Istimewa)

Ngopi bareng dapat memnbuat segala hal dalam hidup jadi terasa lebih ringan dan menyenangkan.(Foto : Istimewa)

Tidak usah pula terlalu bangga bila akhirnya duka. Jadi, hadapi saja semua dengan rileks. Tidak usah terlalu serius, karena sebaik-baik manusia itu pada akhirnya … saat dia tiada.

Kaum ngopi bareng itu sederhana. Sederhana dalam bersikap dan bertindak.
Tidak usah terlalu ngotot mengejar dunia bila membuat lupa akhirat. Tidak perlu membanggakan disik bila batinnya rapuh Tidak perlu pula membanggakan diri bila manfaatnya tiada.

Karena harta, pangkat, jabatan dan apapun hanya titipan. Jangan pula menyebut diri kita baik sambil menjelekkan orang lain. Jangan mau menguasai tanpa mau dikuasai. Itu semua salah.

Ngopi bareng. Nikmat Tuhan mana lagi yang kamu dustakan?
Karena kopi itu bisa pahit bisa manis. Seperti hidup manusia, selalu ada di dua kutub; baik atau buruk. Suka atau tidak. Senang atau benci.

Tapi pada secangkir kopi, pahit dan manis itu selalu bisa “menyatu”, bisa tetap bersahabat lalu memberi kehangatan. Hebatnya lagi, tidak ada secangkir kopi di manapun yang memabukkan. Apalagi saat ngopi bareng.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru