Mereka yang gemar “ngopi bareng” selalu apa adanya, bicara yang seharusnya. Kaum ngopi bareng tidak bisa merekayasa apapun. Bahkan tidak bisa berkamuflase.
Saat ngopi bareng, pikiran boleh berseberangan, sikap boleh bertentangan. Tapi saat ngopi bareng pasti ada kehangatan, ada persahabatan. Homo homini socius, bukan homo homini lupus.
Jadi, ngopi barenglah dulu.
Agar pikiran kamu yang banyak itu tercerahkan. Agar sesak di dada kamu tiada. Agar nyeri di kepala kamu reda. Agar himpitan pusing itu pergi. Dan agar kamu tetap berpikir sebagai sosok yang bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa. Hanya Allah SWT yang maha penguasa maha besar.
Karena ngopi bareng memang sumber semangat paling mumpuni.
Sambil mengingatkan. Maka nikmat Tuhan mana lagi yang kamu dustakan?
Oleh: Syarifudin Yunus, Penikmat Kopi TBM Lentera Pustaka.





