Hukum Harus Tunduk Kepada Moral dan Etika, Penyangga Budaya Bangsa

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 19 Oktober 2020 - 10:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menko Polhukam, Mahfud MD. (Foto : Instagram @mohmahfudmd)

Menko Polhukam, Mahfud MD. (Foto : Instagram @mohmahfudmd)

Opiniindonesia.com – Lama juga saya merenungkan cuplikan rekaman dari komentar Machfud MD yang sangat bernas sekali kesannya bagi apa yang pernah dikatakannya pada suatu kesempatan di depan publik tak hanya kembali mengingatkan bila hukum itu pun tetap harus tunduk pada tatanan moral dan etika. Sebab moral dan etika itu merupakan penyangga utama dari budaya suatu bangsa yang tangguh.

Begitulah, betapa luhurnya budaya kita. Sebab dalam budaya daerah suku bangsa Bugis, itulah yang dimaksud siri. Jika dalam budaya suku bangsa Lampung itulah yang dimaksud fi’il pesengiri. Artinya semua itu merupakan inti dari apa yang dimaksud harga itu.

Persis seperti yang dikatakan oleh Machfud MD jika ada seorang pemimpin sudah tidak dipercaya oleh masyarakat, karena kebijakan yang telah dilakukannya kontraversi dan dicurigai sudah membuat onar, maka kata Machfud MD, berdasarkan Ketetapan MPR RI No. 6 Tahun 2000, pemimpin tersebut sudah harus mundur, tanpa perlu menunggu dinyatajan bersalah atau tidak oleh pengadilan.

Saya senang untuk selalu mengingat catatan tersebut agar tidak lupa guna menjadikan nya pegangan sebagai hidup — sebagai prinsip — warisan leluhur yang paling agung dan gampang dibawa ke mana-mana. Bagi saya, itu semua melebihi pusaka dalam bebruk apapun yang lain.

Kecuali itu, pesan seorang kawan kuliah yang sempat beredar luas ini, maklum saja apa yang dijatakan Machfud MD ini telah menjadi milik publik, jadi bagi saya pribadi seperti menjadi penawar kangen, karena sejak usai kuliah pada awal tahun 1980-an dulu hingga sekarang belum sekalipun sempat berjumpa. Bankan menjadi semakin sungkan saat jabatan penting di negeri ini sedang digenggamannya.

Landasan moral dan etika seperti yang dikatakan Machfud MD itu saya harap juga tetap menjadi pegangan bagi semua kawan-kawanku yang lain dalam upaya ikut membangun jati diri bangsa yang tangguh, berkepribadian, berdaulat serta mandiri seperti wasiat Bung Karno yang luar biasa itu.

Oleh : Jacob Ereste, Ketua Bidang Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan Federasi Bank, Keuangan dan Niaga (F.BKN) K.SBSI.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru