Ini Rahasia untuk Mengalahkan Prabowo di Pilpres 2019

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 31 Desember 2018 - 13:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terus, mereka munculkan soal sholat Prabowo. Tentang keislamannya. TKN Ko-Ruf sibuk menyebarkan fitnah tentang sholat Prabowo. Ada yang mengatakan dia tak bisa menjadi imam sholat, tak bisa membaca al-Quranlah, dlsb. Kemudian ada wacana tes membaca Quran.

Rakyat tak tertarik sedikit pun. Sebab, rakyat telah mendengarkan langsung pengakuan jujur dari Prabowo bahwa dia masih punya banyak kekurangan soal penerapan Islam. Prabowo tidak berpura-pura bisa menjadi imam sholat seperti dipamerkan oleh Jokowi. Rakyat menghargai kejujuran Prabowo. Sebaliknya, rakyat ‘eneg’ melihat pamer foto Jokowi sholat di mana-mana.

Apa lagi? Soal keluarga yang utuh. Semua orang tahu Prabowo bercerai dari Titiek Soeharto. TKN Ko-Ruf memainkan aspek ini. Tetap tak jalan. Jokowi buat sesi foto keluarga. Untuk menunjukkan bahwa Jokowi adalah “man of family”. TKN Ko-Ruf mengharapkan simpati rakyat. Tak mempan juga. Rakyat sudah tahu dan paham soal keluarga Prabowo. Dimainkan bagaimana pun juga, tak akan berdampak terhadap keinginan rakyat untuk mengganti Jokowi.

Tapi, bisa dipahami. TKN Ko-Ruf tak punya cara lain. Menyerang aspek pribadi Prabowo-Sandi merupakan satu-satunya strategi yang tersisa. Bicara ekonomi, sangat rentan. Soal janji-janji kampanye, belepotan. Soal kedaulatan, tak bisa dipertanggungjawabkan.

Jadi, rakyat tidak goyang lagi siapa pilihan mereka. Karena rakyat paham bahwa Indonesia membutuhkan pemimpin yang kuat. Visioner. Tahu apa yang harus dilakukan untuk membuat Indonesia jaya dan berwibawa. Bagi rakyat, Prabowo-lah orangnya.

Rakyat tak sudi presidennya ‘petugas partai’. Apa lagi boneka. Rakyat tak rela melihat Indonesia yang begini besar dikelola oleh ‘puppet government’ (pemerintah boneka).

Rakyat sangat tak suka melihat presiden yang dikendalikan oleh LBP, AMH, Bu MS, BG, SP, dll. Rakyat melihat kehancuran Indonesia di tangan para pengendali itu. Presiden seperti ini bukan membuat Indonesia lebih baik, melainkan bakal morat-marit. Para pengendali itu semua punya kepentingan pribadi masing-masing.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru

Pers Rilis

Praktik Integrasi “Eco+” Ningbo Ditampilkan dalam Forum SCO

Selasa, 28 Apr 2026 - 18:30 WIB