Ini yang Diberikan Pemuda untuk Menjadi Modal Terbesar Bangsa

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 26 Oktober 2020 - 10:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam sejarah berdiri nya Indonesia telah membuktikan bahwa peran pemuda sangat besar dalam perubahan dunia. (Foto: Pocura.id)

Dalam sejarah berdiri nya Indonesia telah membuktikan bahwa peran pemuda sangat besar dalam perubahan dunia. (Foto: Pocura.id)

Opiniindonesia.com – Pemuda punya darah muda yang dalam lagunya bang haji (raja dangdut Hi. Rhoma Irama) darahnya berapi-api dan maunya menang sendiri, dia tidak berpikir panjang dan seringkali sesaat tanpa menghiraukan akibatnya.

Itulah pemuda yang menurut jenjang umur antara 17 tahun sampai dengan 45 tahun, namun jika umurnya lebih dari itu masih berjiwa muda bolehlah disebut pemuda daripada disebut dewasa (18+) atau tua keladi dalam pengertian negatif.

Dan dalam sejarah berdirinya Indonesia telah membuktikan bahwa peran pemuda sangat besar dalam perubahan dunia, berawal dari semangat pemuda untuk melakukan perubahan.

Di Indonesia peran pemuda dimulai sejak berdirinya Boedi Oetomo yang diprakarsai oleh dr. Wahidin Soedirohoesodo dan mendapat apresiasi dari mahasiswa Stovia (sekolah dokter Pribumi zaman masa kolonial) bernama Soetomo.

Mereka lalu sepakat di Jakarta pada tanggal 20 Mei 1908, mendirikan organisasi “Boedi Oetomo” (usaha mulia) bertujuan untuk mencapai kemajuan dan meningkatkan derajat bangsa melalui pendidikan dan kebudayaan.

Karena sebagai organisasi modern yang pertama kali muncul di Indonesia, maka pemerintah RI menetapkan tanggal berdirinya Budi Utomo diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Kemudian pada tahun 1928, tepatnya tanggal 28 Oktober 1928 kembali para pemuda mencetuskan ide briliannya sebagai tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia dengan dengan melahirkan “Sumpah Pemuda” pada kongres pemuda jilid II yang diadakan pada tanggal 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta).

Isi Sumpah Pemuda tersebut intinya menegaskan cita-cita akan ada “tanah air Indonesia”, “bangsa Indonesia”, dan “bahasa Indonesia”, semangat para pemuda inilah yang pada akhirnya melahirkan bangsa Indonesia yang merdeka dari segala penjajahan dan sejajar dengan bangsa-bangsa lainnya, dan setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda.

Tepat pada tanggal 17 Agustus 1945, dua orang pemuda dengan kepercayaan diri yaitu Soekarno (44) dan M. Hatta (43) menyatakan kemerdekaan bangsa Indonesia sebagai salah satu bangsa yang ada di belahan dunia, kemudian membentuk negara dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Itulah peran pemuda untuk bangsa Indonesia yang dengan semangatnya terus berjuang tanpa mengenal lelah untuk menjadi bangsa yang diakui dunia. Dengan modal kecintaan dan kepercayaan diri yang tinggi terhadap tanah air serta kebanggaan sebagai bangsa untuk bersatu dan berjuang akhirnya cita-citanya terwujud.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru