Tantangan zaman sekarang telah berubah tidak lagi mencapai kemerdekaan sebagai bangsa yang lepas dari penjajahan, namun era globalisasi saat ini tanpa disadari masih saja terjadi penjajahan dari bangsa lain baik ekonomi dan teknologi yang melahirkan generasi milenial dengan karakternya yang serba instan dan konsumtif. Bisa juga disebut kaum rebahan yang suka bermalas-malasan.
Seringkali mereka melupakan sejarah bangsanya apalagi ditambah dengan wacana kurikulum akan dihapus pelajaran sejarah di sekolah, ini akan berdampak pada melunturnya kecintaan, kebanggaan serta kepercayaan diri sebagai bangsa.
Sungguh ini ada bentuk penjajahan baru di zaman digitalisasi dunia yang tujuannya menghapus peradaban suatu bangsa, dan untuk melupakan sejarah suatu bangsa, sungguh teramat miris jika ini terjadi.
Indonesia sebagai bangsa yang besar terdiri dari berbagai suku bangsa, penduduk terbesar ke 4 di dunia dengan segala potensinya seharusnya bisa menjadi modal untuk bisa menjadi negara maju tidak lagi menjadi negara tujuan utama pasar dunia.
Dengan menanamkan kecintaan, kebanggaan serta kepercayaan diri sebagai bangsa Indonesia saat ini dengan kembali mengingat sejarah bangsa merupakan bagian penting untuk meneruskan cita-cita pendiri bangsa.
Kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsanya akan menimbulkan semangat dan kepercayaan diri bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dengan segala potensi yang dimilikinya.
Ibarat kalau lelaki sudah cinta pada perempuan dan bangga pada pilihanya dan kepercayaan diri yang ada pada dirinya apapun akan diperjuangkannya meski rintangan harus dihadapi, bahkan kotoran kucing pun terasa coklat.
Oleh : Paman Aveng, Pekerja Swasta.
Halaman : 1 2





