Inilah Pertarungan Antara Yang Haqq Awan Yang Bathil

- Pewarta

Selasa, 7 Mei 2019 - 14:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opiniindonesia.com –Apa yang bisa disimpulkan dari kejahatan pemilu yang sedang berlangung saat ini? Apa yang sedang terjadi? Mengapa KPU melakukan salah input (salah ketika) yang jumlahnya sampai puluhan ribu kali ketika memasukkan data C1 ke dalam tabulasi mereka? Mengapa KPU tidak lagi menghiraukan protes masyarakat?

Mengapa ada semacam konspirasi untuk memaksakan agar rakyat menerima bahwa Prabowo kalah dalam pilpres 2019 ini?

Jawabannya sangat singkat. Sangat mudah dipahami. Gamblang dan lugas. Yaitu, pada saat ini sedang berlansgung pertarungan antara ‘yang haqq’ lawan ‘yang bathil’. Pertarungan antara yang benar lawan yang salah; antara kekuatan putih versus kekuatan hitam.

Jadi, bukan lagi pertarungan antara dua capers. Pertarungan antara kedua capres hanya sebagai representasi saja. Yang sebenarnya terjadi adalah pergelutan antara kubu yang baik lawan kubu yang jahat. Ke sinilah kita tergiring untuk mengambil kesimpulan.

Kontestasi yang semula diharapkan sebagai ajang persaingan politik yang sehat, sekarang bergulir semakin jelas menjadi pertarungan antara ‘righteous force’ (kekuatan baik alias Yang Haqq) lawan ‘evil force’ (kekuatan jahat alias Yang Bathil). Inilah kesimpulan yang paling tepat.

Tidak ada gambaran lain yang lebih cocok kecuali pergelutan Yang Haqq lawan Yang Bathil. Itulah yang sedang berhadap-hadapan hari ini di pilpres 2019.

Lalu, siapakah Yang Haqq itu? Dan siapa pula Yang Bathil?

Ini pun sangat jelas. Yang Haqq adalah kubu umat Islam ‘garis lurus’. Yaitu, umat yang selalu damai dan tertib namun selalu ditindas. Umat yang hanya menuntut keadilan bagi semua, tetapi mereka dikhianati dan dipojokkan. Umat yang menghormati kebinekaan dan toleransi. Sedangkan Yang Bathil adalah para penguasa zalim, orang-orang munafik, para koruptor, konglomerat hitam, penjahat ekonomi-bisnis, bandit-bandit pertambangan, plus penganut aliran sesat. Inilah persekutuan Yang Bathil.

Tetapi, apakah kekuatan Yang Haqq akan selalu menang?

Dalam cacatan sejarah pertarungan antara Yang Haqq dan Yang Bathil, yang pasti menang adalah Yang Haqq. Kemenangan itu bisa dalam arti Yang Bathil tumbang dan hancur. Bisa pula menang dalam arti para pejuang Yang Haqq turun bertarung dengan landasan iman dan moral yang kuat, tetapi mereka kalah secara fisik. Mereka gugur di jalan Allah. Mereka menjadi syuhada. Ini juga kemenangan. Bahkan, dalam kajian hakikat, inilah kemenangan yang sesungguhnya.

Sebaliknya, Yang Bathil pun bisa menang secara fisik tetapi kemenangan mereka adalan kejayaan di jalan syaithon (setan) yang sifatnya sementara dan rapuh. Kebathilan tidak akan pernah bisa bertahan.

Wa qul jaa al-haqq, wa zahaqal baathil. Inna al-baathila kaana zahuqa. “Dan katakanlah, kebenaran itu telah datang dan kebathilan (kepalsuan) telah lenyap. Sesuggunya, yang bathil itu pasti akan sirna.”

Itulah jaminan dari Yang Maha Kuasa dan Yang Maha Perkasa, Allah Subhanahu wa Ta’aala, al-Qawiyy al-‘Aziz.

Oleh : Asyari Usman, adalah Penulis wartawan senior.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru