Tercatat ada 33 orang tokoh bangsa lainnya yang telah berpidato sebelumnya dalam sidang itu dan mengusulka pemikiran mereka masing masing.
Untuk bicara Pancasila yang benar dan sesungguhnya itu, harus mengacu kepada hasil kesepakatan bersama seluruh elemen bangsa, bukan salah satu atau segelintir orang saja dan memaksakan kehendak sesuai dengan penafsiran mereka sendiri.
Hal ini dapat terlihat dalam partai PDIP yang masih mencatumkan dalam visi misi di anggaran dasar mereka, di pasal 6, di mana mereka masih menganggap partai PDIP sebagai alat perjuangannya guna membentuk dan membangun karakter bangsa berdasarkan Pancasila 1 Juni 1945, sebagai alat perjuangan untuk melahirkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang ber-Ketuhanan, memiliki semangat sosio nasionalisme, dan sosio demokrasi (Tri Sila).
Partai PDIP sebagai alat perjuangan untuk menentang segala bentuk individualisme dan untuk menghidupkan jiwa dan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara (Eka Sila).
Jelaslah disini, partai PDIP sebagai pemimpin bersama koalisinya yang mayoritas di parlemen, ingin memaksakan Pancasila hanya sesuai dengan penafsiran mereka sendiri yang berdasarkan hanya dari ajaran Sukarno saja. Visi partai PDIP inilah yang terlihat jelas didalam RUU HIP dan dilanjutkan dengan RUU BPIP.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya





