Makna Kunjungan Menlu AS di Tengah Kuatnya Hubungan RI-China

Avatar photo

- Pewarta

Minggu, 25 Oktober 2020 - 19:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Luar Negeri, Mike Pompeo. (Foto: Instagram @mikepompeo86)

Menteri Luar Negeri, Mike Pompeo. (Foto: Instagram @mikepompeo86)

Opiniidonesia.com – Rencana kunjungan Menlu AS Mike Pompeo ke Indonesia seperti kunjungan biasa dalam hubungan bilateral. Tetapi nampaknya tidak sesederhana itu. Ada misi dan pesan strategis yang dibawa dan harus dibaca. Pada sudut ekstrim selayaknya Presiden Jokowi dibuat ketar ketir.

Ketarnya, berkaitan dengan “warning” peningkatan kekuatan armada perang AS di Laut Cina Selatan yang menyiapkan pangkalan pangkalan militer di beberapa negara Asia Tenggara. Indonesia mesti melakukan pilihan atas peningkatan suhu perang panas dingin AS dan Cina.

Ketirnya, menyangkut suhu politik nasional dimana Pemerintah Jokowi yang dianggap pro Cina menghadapi gejolak berkelanjutan aksi buruh dan mahasiswa akibat kebodohan dalam memproduk UU ala komunisme, Omnibus Law. Posisi Pompeo berjuang bersama pengunjuk rasa yang berdampak pada memanasnya kursi Presiden.

Kunjungan Pompeo sebagai “panglima” tentara sekutu juga dibarengi oleh dua hal, pertama dikirim Dubes baru AS Sung Yong Kim mantan Jaksa dan ahli intelijen berdarah Korea sebagai kejutan dan tekanan.

Korea adalah pesaing Cina dalam investasi di Indonesia. Korea Selatan adalah contoh persahabatan politik AS yang permanen dan saling menjamin.

Kedua, didahului oleh analisis “akademik” Australia dan Inggris. Prof. Greg Fealy dari ANU yang menyatakan Pemerintahan Jokowi semakin represif khususnya kepada umat Islam, dan media Inggris The Economist yang menyebut Jokowi otoriter.

Sinyal bahwa kelompok pro demokrasi mesti disokong dan wajar jika mengadakan perlawanan terhadap rezim otoriter.

Ketar ketir Jokowi ditandai oleh gelisahnya “kwek kwek” Jokowi. Ade Armando menyebut tingkat kepercayaan yang merosot Jokowi akibat peran “inner circle” nya. Deny Siregar mewanti-wanti GP Ansor atas rencana agenda pertemuan dengan Mike Pompeo. Pompeo tentu faham betul siapa pasukan dan anak buah Yaquts ini.

Undangan Mark T. Esper Menhan AS kepada Menhan RI ke Pentagon adalah kunci pembuka. Bukan perang AS dan Cina yang akan terjadi, tetapi perang pengaruh yang sedang dimainkan. Amerika bukan anak kemarin sore dalam kemampuan menciptakan “proxy war” dan “clandestine operation”.

Jadi, wajar saja jika kunjungan Mike Pompeo di situasi Indonesia seperti ini membuat ketar ketir Pak Jokowi. Luhut sang Menko Investasi juga nampaknya ikut mengerutkan dahi. Kadung telah lama terjebak oleh “China’s debt-trap diplomacy”.

Oleh : M Rizal Fadillah, Pemerhati Politik dan Kebangsaan.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru