Tiga Nama yang Viral, Mirip Makrun, Zainudin, dan Gus Nur

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 28 Oktober 2020 - 15:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CEO PS Hizbul Wathan, Liga 2 PSSI, Dhimam Abror Djuraid. (Foto: Instagram @abrordjuraid)

CEO PS Hizbul Wathan, Liga 2 PSSI, Dhimam Abror Djuraid. (Foto: Instagram @abrordjuraid)

Khabib adalah singa kutub tak kenal takut. Pertarungan Khabib selalu membawa warna “clash of civilization”, tarung peradaban, karena Khabib adalah representasi muslim.

Ia berasal dari Rusia, dari negara bagian Dagestan yang muslim. Ia bangga dengan latar belakang agama dan etnisnya. Ia selalu mengenakan topi khas Papakha dari bulu domba.

Khabib santun dan khusyuk. Selalu mengucapkan salam sebelum masuk arena dengan mengatupkan kedua tangan di dada. Ia selalu mengucap hamdalah dalam setiap pidato kemenangan.

Tubuhnya yang liat dan berotot bersih dan jenggotnya terpangkas rapi. Tak ada satu titik tato di badannya. Sangat kontras dengan jagoan UFC yang umumnya bertato di sekujur tubuh dan bersikap berangasan.

Musuh terbesar Khabib adalah jagoan tak terkalahkan dari Irlandia, Conor McGregor. Sangar, mengerikan, seluruh tubuhnya penuh tato yang membuat nyali lawat mengerut. Tapi Khabib meladeni McGregor tanpa rasa takut. Dalam dua ronde Khabib bisa menghentikan perlawanan McGregor dengan membantingnya ke lantai dan mengunci lehernya dengan cekikan. McGregor menyerah.

Nama Khabib sejajar dengan legenda tinju muslim seperti Muhamad Ali dan Mike Tyson.

Zinadine Zidane, biasa dipanggil Zizou, adalah legenda hidup sepakbola. Ia lahir di Prancis dari orangtua imigran asal Aljazair. Zidane membawa timnas Prancis juara dunia dan merajai Eropa. Bersama Real Madrid, Zidane menjadi juara Liga Champions Eropa. Sekarang Zidane melatih Madrid dan menjadi satu-satunya pelatih yang sanggup memenangkan Liga Champions tiga kali berturut-turut.

Pesepakbola top muslim bertebaran di berbagai klub papan atas Eropa. Karim Benzema di Real Madrid, Ousmane Dembele di Barcelona, Paul Pogba di Manchester United, Mesut Ozil di Arsenal, Mohammad Salah dan Sadio Mane di Liverpool, Riyadh Mahrez di Manchester City, Hakim Ziyech dan N’golo Kante di Chelsea, dan masih banyak lagi.

Mohamad Salah asal Mesir dan Sadio Mane asal Senegal dipuja bak dewa di Liverpool. Setiap akhir pekan 50 ribu suporter fanatik The Reds Liverpool bergemuruh menyanyikan “chant” untuk Salah. “Jika Islam adalah agamamu biar saja aku menjadi muslim”, begitu gemuruh di Anfield.

Dua puluh tahun Liverpool tidak bisa menjadi juara English Premier League. Berkat Salah dan Mane puasa gelar itu berakhir dan Liverpool menjadi juara tahun ini.

Berita Terkait

Ketika Layar TV Membesar, Apa yang Sebenarnya Kita Butuhkan?
Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:34 WIB

Ketika Layar TV Membesar, Apa yang Sebenarnya Kita Butuhkan?

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Berita Terbaru