Tiga Nama yang Viral, Mirip Makrun, Zainudin, dan Gus Nur

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 28 Oktober 2020 - 15:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CEO PS Hizbul Wathan, Liga 2 PSSI, Dhimam Abror Djuraid. (Foto: Instagram @abrordjuraid)

CEO PS Hizbul Wathan, Liga 2 PSSI, Dhimam Abror Djuraid. (Foto: Instagram @abrordjuraid)

Di Indonesia Habibie berbicara mengenai “Imtak” paduan iman dan takwa. Jargon Habibie “Otak Jerman, Hati Mekkah” sama dengan konsep dua poros Ben Saphiro.

Pancasila adalah adonan yang pas antara dua poros itu. Pancasila yang memberi peran yang penting pada agama tanpa harus menjadi negara agama akan menempatkan Indonesia pada “the right side of history”, sisi sejarah yang benar.

Karena itu reaksi keras pemerintah dan masyarakat Indonesia terhadap kasus Makron bisa dipahami, meskipun ada juga reaksi yang rada emosional dengan menyerukan boikot terhadap produk Prancis.

Tanpa seruan boikot pun kita sudah melakukan boikot alamiah terhadap beberapa produk Prancis karena harganya yang tidak terjangkau kantong.

Mungkin boikot “endek-endekan” dengan tidak membeli produk Danone, seperti air kemasan atau roti biskuit, kita masih boleh tahan.

Tapi untuk produk-produk high-end Prancis kita sudah otomatis boikot seumur hidup karena tidak mampu beli Louis Vuitton, Hermes, Chanel, Peugeot, Citroen.

Oleh : Dhimam Abror Djuraid, Penulis adalah CEO PS Hizbul Wathan, Liga 2 PSSI.

Berita Terkait

Ketika Layar TV Membesar, Apa yang Sebenarnya Kita Butuhkan?
Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:34 WIB

Ketika Layar TV Membesar, Apa yang Sebenarnya Kita Butuhkan?

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Berita Terbaru