Di Indonesia Habibie berbicara mengenai “Imtak” paduan iman dan takwa. Jargon Habibie “Otak Jerman, Hati Mekkah” sama dengan konsep dua poros Ben Saphiro.
Pancasila adalah adonan yang pas antara dua poros itu. Pancasila yang memberi peran yang penting pada agama tanpa harus menjadi negara agama akan menempatkan Indonesia pada “the right side of history”, sisi sejarah yang benar.
Karena itu reaksi keras pemerintah dan masyarakat Indonesia terhadap kasus Makron bisa dipahami, meskipun ada juga reaksi yang rada emosional dengan menyerukan boikot terhadap produk Prancis.
Tanpa seruan boikot pun kita sudah melakukan boikot alamiah terhadap beberapa produk Prancis karena harganya yang tidak terjangkau kantong.
Mungkin boikot “endek-endekan” dengan tidak membeli produk Danone, seperti air kemasan atau roti biskuit, kita masih boleh tahan.
Tapi untuk produk-produk high-end Prancis kita sudah otomatis boikot seumur hidup karena tidak mampu beli Louis Vuitton, Hermes, Chanel, Peugeot, Citroen.
Oleh : Dhimam Abror Djuraid, Penulis adalah CEO PS Hizbul Wathan, Liga 2 PSSI.






