Tiga Nama yang Viral, Mirip Makrun, Zainudin, dan Gus Nur

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 28 Oktober 2020 - 15:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CEO PS Hizbul Wathan, Liga 2 PSSI, Dhimam Abror Djuraid. (Foto: Instagram @abrordjuraid)

CEO PS Hizbul Wathan, Liga 2 PSSI, Dhimam Abror Djuraid. (Foto: Instagram @abrordjuraid)

Islam pun harum di Liverpool, di Inggris, dan di Eropa. Bersama dengan Firmino striker asal Brazil, Mane, dan Salah disebut sebagai “Trio Firmansah”, Firmino, Mane, Salah, yang amat ditakuti di Eropa. Musim kompetisi 2019 Liverpool menjadi The King of Europe, Raja Eropa, setelah menjadi juara Liga Champions.

Wajah Islam di kalangan pesepakbola Eropa juga melekat pada megabintang Cristiano Ronaldo. Meskipun bukan muslim Ronaldo adalah donatur tetap Palestina.

Ronaldo yang sekarang bermain di klub Italia Juventus adalah sangat bersimpati terhadap Islam dan tekun mempelajari Islam. Ronaldo tak segan mengucapkan “Insya Allah” dalam beberapa kali wawancara. Ronaldo juga pendukung setia Khabib Nurmegamedov.

Kalau pesepakbola muslim di Eropa itu dikumpulkan dalam satu kesebelasan lalu dilatih oleh Zizou akan mampu menjadi juara Eropa atau bahkan juara dunia.

Para konglomerat muslim Timur Tengah sekarang menjadi owner klub-klub besar di Eropa. Nasser Alkhalefi di Paris Saint German, Syaikh Mansour Zayed Al Nahyan di Manchester City, Farhan Moshiri di Everton. Belum lagi Mohammad Bin Salman, Putra Mahkota Arab Saudi, yang masih terus mengincar Manchester United.

Di dunia basket MBA banyak atlet muslim legendaris mulai dari Kareem Abdul Jabbar, Hakim Olajuwon, Shaquile O’Neil. Di dunia tinju Muhammad Ali dan Mike Tyson menjadi petinju muslim terbesar sepanjang zaman.

Wajah-wajah Islam yang cerah dan menyegarkan itu tak terlihat di mata Macron. Padahal ia menyaksikannya di depan mata kepalanya. Ia masih melihat Islam dalam gambaran keterbelakangan, kemiskinan, barbarisme, dan terorisme.

Macron politisi muda cemerlang. Sekarang usianya 42 tahun dan sudah menjadi presiden ad interim Prancis dalam usia 39 tahun. Ia menikahi gurunya di SMA, Brigitte Macron yang sekarang berusia 67 tahun.

Macron dianggap masih dihinggapi Islamofobia dan tidak sensitif terhadap Islam. Ketika wali murid yang marah membunuh guru yang mamamerkan kartun bergambar Nabi Muhammad di kelas, Macron mengecam keras dengan pernyataan yang mendiskreditkan Islam.

Seluruh dunia Islam bereaksi keras. Presiden Turki Tayep Recep Erdogan yang selama ini selalu berseteru dengan Macron menyerukan boikot total terhadap produk Prancis.

Berita Terkait

Ketika Layar TV Membesar, Apa yang Sebenarnya Kita Butuhkan?
Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:34 WIB

Ketika Layar TV Membesar, Apa yang Sebenarnya Kita Butuhkan?

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Berita Terbaru