Kekuasaan Itu Memabukkan, Begini Argumentasi dan Contohnya

Avatar photo

- Pewarta

Minggu, 20 Desember 2020 - 13:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kekuasaan Itu Memabukkan. /Pixels.com/Pixabay.

Kekuasaan Itu Memabukkan. /Pixels.com/Pixabay.

OPINI INDONESIA – Bius kekuasaan itu ternyata lebih dakhsyat dari narkotika dan obat terlarang (Narkoba), sebab dia bisa lebih memabukkan dan membunuh akal sehat. Orangnya justru tak mati-mati, malahan terkesan lebih berjaya.

Tidak juga sedikit yang membuat lompatan mengejutkan. Seperti korupsi dana bantuan sosial atau dana proyek untuk membangun daerah yang baru dilanda bencana alam.

Ketika hendak mempertahankan jabatannya pun tak juga segan dan sungkan menghalalkan segala cara. Bahkan Narkoba pun digunakan untuk konsumsi sendiri atau buat meracuni orang lain.

Kekuasaan yang amanah terus jadi khayalan dan mimpi banyak orang. Sumpah dan janji saat promosi maupun waktu pelantikan terus dimitoskan. Sehingga Tuhan pun ditipunya. Jadi tak cuma kamu yang dikhianatinya.

Jadi kekuasaan itu dapat lebih memabukkan. Keberanian untuk menipu Tuhan dilakukan dengan kepala dingin dan penuh kesadaran, perencanaan dan strategi yang piawai, hingga bisa luput dari jeratan hukum yang berlaku. Meski tidak mungkin luput dari hukum Tuhan.

Oleh : Jacob Ereste, Ketua Bidang Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan Federasi Bank, Keuangan dan Niaga (F.BKN) K.SBSI.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru